• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
home : Artikel
Mengubur Ekonomi Ribawi PDF Cetak E-mail
Bisnis & Ekonomi
Selasa, 10 Mei 2011 21:00

Siapa saja saat menerima uang hasil jerih payahnya, walaupun nominalnya sama dengan bulan lalu, Rp 3.000.000,- misalnya, nilainya tidak lagi sama. Setiap orang yang punya uang mengalami penurunan nilai mata uangnya. Inilah “pembobolan Uang” dalam sistem ekonomi saat ini. Pembobolan uang rakyat ini berlangsung sistemik dan diterima sebagai sebuah aturan main ekonomi modern saat ini. Itulah pembobolan uang seluruh rakyat Indonesia melalui Inflasi. Diprediksi tingkat inflasi di Indonesia pada tahun 2011 ini sekitar 7%.

Mengapa Terjadi Inflasi?

Inflasi didefinisikan sebagai kenaikan harga barang-barang secara umum yang terjadi terus-menerus. Akar masalah timbulnya inflasi bukan hanya sekadar naiknya permintaan atau turunnya pasokan barang di pasar, melainkan karena nilai mata uang mengalami proses pelemahan. Melemahnya nilai mata uang dapat disebabkan oleh dua hal: Tarikan Permintaan (kelebihan likuiditas/uang/alat tukar) dan Tekanan Produksi karena kurangnya produksi barang dan jasa, termasuk kurangnya kemampuan distribusi barang dan jasa.

 
MODAL KITA PDF Cetak E-mail
Motivasi & Inspirasi
Selasa, 10 Mei 2011 20:47

Setiap pedagang/pebisnis, siapapun dia, tentu akan merasa sedih saat bisnisnya mengalami kerugian yang menghabiskan sebagian apalagi seluruh modalnya. Apalagi jika modal yang ia investasikan dalam bisnis berjumlah besar. Selain sedih, tentu ia bingung jika modal itu merupakan hasil pinjaman dari pihak lain. Tak terbayangkan, darimana ia akan bisa mengembalikan utangnya saat bisnisnya merugi, bahkan gagal total.

Terkait dengan hal di atas, tentu menarik saat Allah SWT berfirman (yang artinya): Demi waktu. Sesungguhnya manusia benar-benar ada dalam kerugian… (TQS al-‘Ashr [103]: 1-2).

Terkait surat ini, Abdullah bin Abdillah bin al-Hushain menuturkan bahwa ada dua orang Sahabat Rasulullah saw., saat mereka berjumpa, mereka tidak akan berpisah kecuali salah seorang di antara keduanya membacakan surat al-’Ashr kepada yang lainnya. Setelah itu, baru salah seorang dari keduanya mengucapkan salam perpisahan (HR ath-Thabrani).

 
KONSEPSI EKONOMI ISLAM UNTUK PEMBANGUNAN EKONOMI PDF Cetak E-mail
Bisnis Islami
Senin, 09 Mei 2011 00:55

Ketika menjalankan pembangunan ekonomi hal pertama yang harus jelas adalah bagaimana konsep yang digunakan? Begitu pula suatu konsep ekonomi yang telah diadopsi seperti di Indonesia, maka harus ada evaluasi untuk menilai apakah konsep yang diimplimentasikan tersebut benar dan mampu memecahkan masalah ataukah justru sebaliknya?

Dalam realitasnya pembangunan ekonomi yang dilaksanakan di Indonesia ternyata tidak dapat memecahkan permasalahan ekonomi. Waktu 65 tahun kemerdekaan, potensi SDM, SDA, luas wilayah, dan posisi yang strategis tidak dapat digunakan untuk memecahkan problem ekonomi kita, justru permasalahan semakin kompleks dan besar. Untuk itu harus ada penggalian konsepsi ekonomi yang baru untuk menggantikan konsepsi yang sudah ada. Ekonomi Islam merupakan salah satu konsepsi ekonomi yang patut dipertimbangkan untuk menggantikannya.

 
CAFTA: Suksesnya “Bunuh Diri” Ekonomi Indonesia PDF Cetak E-mail
Bisnis & Ekonomi
Minggu, 17 April 2011 17:29

Baru sekitar 15 bulan berjalan sejak diberlakukan tanggal 1 Januari 2010, perjanjian perdagangan bebas China-ASEAN (CAFTA) terbukti banyak merugikan ekonomi Indonesia ketimbang menguntungkan. Akibat Indonesia menandatangani kesepakatan CAFTA, sudah 9 (sembilan) sektor industri di dalam negeri yang terkena dampaknya. Dampak tersebut ditandai dengan menurunnya produksi, penjualan, dan keuntungan hingga pengurangan tenaga kerja. Sembilan sektor tersebut antara lain: industri tekstil dan produk tekstil (TPT), industri elektronik, industri mebel kayu dan rotan, industri mainan anak, industri permesinan, industri besi dan baja, industri makanan dan minuman serta industri jamu dan kosmetik. Menteri perindustrian Mohammad S Hidayat memaparkan, sejak pemberlakuan CAFTA, terjadi penurunan produksi dalam negeri sekitar 25-50 persen pada sembilan sektor industri tersebut; selain penurunan 10-25 persen di bidang penjualan di pasar domestik, penurunan 10-25 persen keuntungan dan pengurangan 10-25 persen tenaga kerja. Beberapa usaha bahkan ada yang sudah gulung tikar dan beralih dari produsen menjadi hanya perakit dan pengemas saja (Republika, 12/4/2011).

 
Virus Entrepreneurship PDF Cetak E-mail
Entrepreneurship
Minggu, 17 April 2011 16:39

 

Kewirausahaan dewasa ini menjamur bak virus yang merajalela menggerogoti hampir semua sendi dari ‘tubuh’ Negara yang memang kondisinya sedang berada dalam sakit yang berkepanjangan, kronis, dan di puncak klimaksnya menghadapi persoalan ekonomi, pengangguran dan kemiskinan. Bahkan presiden pun menurunkan titahnya untuk mengembangkan kewirausahaan dengan mencanangkan Gerakan Kewirausahaan Nasional, sekaligus memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah yang berhasil mengembangkan kewirausahaan di daerahnya.. Secara tidak langsung, keadaan ini menunjukkan bahwa kewirausahaan telah disadari sebagai sebuah opsi terhadap solusi atas semua persoalan-persoalan tersebut.

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Online Support

Bappeda Sosialisasi Pengembangan UMKM Lorong

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kota Makassar menggelar sosialisasi pengembangan usaha mikro dan industri rumah tangga lorong melalui klinik bisnis terpadu (KBT).

Acara yang diikuti sekitar seratus orang peserta ini dilaksanakan di Hotel Mercure Makassar, Senin (23/5). Acara dibuka secara resmi oleh Ismunandar, Staf Ahli walikota bidang peningkatan kualitas manusia. Hadir pula Sekretaris Bappeda Nur Kamarul Zaman dan kepala bidang ekonomi Muhammad Asfat.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Bahrul ulum dari Makassarpreneur, Muh. Nurfitrani dari PLUT KUMKM Sulsel, Dr. Andi Nur Bau Massepe (akademisi Unhas) dan Dr. Mukhlis Sufri (UMI Makassar), dengan dipandu Dr. Johansyah dari Bappeda Makassar.

 

Dalam sambutannya Ismunandar mengatakan, pemberdayaan ekonomi  lorong merupakan program unggulan Pemkot Makassar dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Ibarat sel dalam tubuh, lorong menjadi basis kekuatan perekonomian dengan memperkuat industri atau usaha mikro dan kecil berbasis lorong, tambahnya.

Read more text

Komentar Terbaru

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini116
mod_vvisit_counterMinggu ini116
mod_vvisit_counterBulan ini116
mod_vvisit_counterSemua hari373784

We have: 46 guests online
IP Anda: 54.81.131.189
 , 
Today: Okt 18, 2017