• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
home : Artikel : Bisnis & Ekonomi
CAFTA: Suksesnya “Bunuh Diri” Ekonomi Indonesia PDF Cetak E-mail
Bisnis & Ekonomi
Minggu, 17 April 2011 17:29

Baru sekitar 15 bulan berjalan sejak diberlakukan tanggal 1 Januari 2010, perjanjian perdagangan bebas China-ASEAN (CAFTA) terbukti banyak merugikan ekonomi Indonesia ketimbang menguntungkan. Akibat Indonesia menandatangani kesepakatan CAFTA, sudah 9 (sembilan) sektor industri di dalam negeri yang terkena dampaknya. Dampak tersebut ditandai dengan menurunnya produksi, penjualan, dan keuntungan hingga pengurangan tenaga kerja. Sembilan sektor tersebut antara lain: industri tekstil dan produk tekstil (TPT), industri elektronik, industri mebel kayu dan rotan, industri mainan anak, industri permesinan, industri besi dan baja, industri makanan dan minuman serta industri jamu dan kosmetik. Menteri perindustrian Mohammad S Hidayat memaparkan, sejak pemberlakuan CAFTA, terjadi penurunan produksi dalam negeri sekitar 25-50 persen pada sembilan sektor industri tersebut; selain penurunan 10-25 persen di bidang penjualan di pasar domestik, penurunan 10-25 persen keuntungan dan pengurangan 10-25 persen tenaga kerja. Beberapa usaha bahkan ada yang sudah gulung tikar dan beralih dari produsen menjadi hanya perakit dan pengemas saja (Republika, 12/4/2011).

 
Mewujudkan Makassar Kota Bisnis Terdepan (Menyambut Rapimnas Kadin 2011 di Makassar) PDF Cetak E-mail
Bisnis & Ekonomi
Selasa, 05 April 2011 14:47

Rahmatia Nuhung-Sekretaris Eksekutif Makassarpreneur

Kota Makassar di awal April 2011 semakin semarak dengan digelarnya rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yang merupakan kali pertama dilaksanakan di luar  Pulau Jawa. Tidak kurang dari 1.200 pengusaha, pemilik usaha, pejabat pemerintah, dan sejumlah tokoh ekonomi tingkat nasional dan internasional, dijadwalkan hadir

Dengan mengusung tema “Realisasi Pembangunan Infrastruktur dan Konektivitas untuk Akselerasi Ekonomi Daerah Memasuki Masyarakat Ekonomi Asean”, kegiatan Rapimnas Kadin kali ini lebih dari sekadar kegiatan internal, namum menjadi wadah pertemuan antara pelaku usaha nasional, daerah dan pemerintah untuk menindaklanjuti komitmen bersama dalam pembangunan infrastruktur yang merupakan pintu gerbang kesiapan Indonesia memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.

 
POLITIK EKONOMI ISLAM PDF Cetak E-mail
Bisnis & Ekonomi
Minggu, 20 Maret 2011 12:08

Sistem ekonomi Kapitalis
Krisis ekonomi yang melanda Indonesia saat ini bukanlah sekedar kesalahan Era Orde Baru Rezim Suharto, namun adalah kesalahan kita semua, termasuk para cendekiawan dan alim ulama, yang telah sekian lama mendiamkan berjalannya suatu sistem ekonomi yang tidak memiliki hati nurani dan oleh karena itu tidak manusiawi.  Sistem ini didasarkan pada tiga pilar utama, yaitu: (1) sistem moneter "flat money", di mana suatu mata uang tidak dijangkarkan kepada suatu benda riil yang berharga seperti emas/perak, sehingga akibatnya dia bisa seketika naik turun mengikuti spekulasi di pasar valas dan pasar modal; (2) sistem perbankan ribawi, di mana uang harus bertambah banyak hanya karena faktor waktu, tanpa memperdulikan situasi dan "output" usaha, sehingga memacu intransparansi perbankan, kredit macet dan pada gilirannya mengekang investasi; dan (3) sistem distribusi yang tidak fair, yang memungkinkan segelintir orang menguasai sumber daya yang sangat besar, baik itu berupa HPH atau monopoli.   Sistem ini juga sudah salah sejak dari paradigmanya , sebab melupakan banyak aspek non-kuantitatif dalam tinjauannya, misalnya kecenderungan manusia dalam memuja sesuatu (naluri beragama), sikap peduli sosial sampai dengan sikap-sikap irrasional manusia.

 
LAYANI KAMI DENGAN BAIK PDF Cetak E-mail
Bisnis & Ekonomi
Jumat, 11 Maret 2011 10:50

Oleh : Rahmatia Nuhung

Pelayanan hendaknya tidaklah sekedar diartikan sebagai sebuah upaya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan atau sekedar menyediakan produk dan jasa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh mereka. Namun lebih dari itu, palayanan adalah menyangkut attitude professional dalam menghadapi mereka. Sikap santun yang diberikan ketika pelanggan mulai berada di depan pintu hingga masuk dan mengutarakan kebutuhan dan keinginannya akan sangat memberikan dampak terhadap kepuasan akan pelayanan yang mereka dapatkan. Maka tidaklah salah jika kemudian ada yang mengatakan bahwa Pelanggan adalah Raja. Ini karena pelangganlah yang akan menjadi salah satu penentu kemampuan usaha kita untuk bertahan dan berkembang kedepannya. Pelanggan adalah end user yang akan berbicara langsung kepada end user lainnya tentang pelayanan yang mereka dapatkan dari sebuah perusahaan, yang secara tiidak langsung juga akan mennjadi marketer (pemasar) yang tidak mengeluarkan biaya apapun terhadap kegiatan pemasaran.

 
Visi Misi Makassar Sebagai Kota Bisnis PDF Cetak E-mail
Bisnis & Ekonomi
Sabtu, 25 Desember 2010 12:31

Makassar adalah kota yang menjadi pusat kegiatan bisnis di Sulawesi Selatan dan Indonesia Timur. Sebagai kota metropolitan, Makassar tumbuh dengan ditunjang berbagai fasilitas dan sarana yang mendukung. Di kota berpenduduk sekitar 1,3 juta jiwa ini mall dan market center berlomba hadir, berbagai hotel berbintang maupun apartemen mewah dibangun, ruko-ruko bermunculan di berbagai

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 Berikutnya > Akhir >>

Online Support

Pemkot Makassar Bentuk Investmen Center

Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal menggelar diskusi membahas pengembangan potensi unggulan daerah dalam rangka pembentukan pusat investasi (investment centre) bintang lima, Selasa (26/4/2016).

Diskusi yang berlangsung di Karaeng Room Hotel Santika Makassar itu dihadiri sejumlah stakeholder, dengan narasumber Keua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel, Zulakrnai Arif, Konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Sulsel yang juga Direktur Makassarpreneur, Bahrul ulum dan Pengamat Ekonomi Unhas, DR. Marzuki, DEA

Kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Makassar Taufiek Rachman mengatakan, investement centre merupakan ide Walikota Makassar, Danny Pomanto yang bertujuan meningkatkan pererkomian masyarakat. Investment forum ini diharapkan akan mengembalikan kejayaan Makassar sebagai hub untuk Kawasan Indonesia Timur (KTI).

Read more text

Komentar Terbaru

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini118
mod_vvisit_counterMinggu ini118
mod_vvisit_counterBulan ini118
mod_vvisit_counterSemua hari373786

We have: 42 guests online
IP Anda: 54.167.253.186
 , 
Today: Nov 19, 2017