• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
home : Berita : Berita Terbaru
55,2 Juta UMKM Butuh Konsultan Pendamping PDF Cetak E-mail
Berita Terbaru
Selasa, 03 April 2012 14:20

SEBANYAK kurang lebih 55,2 juta unit pelaku UMKM dan 172 ribu koperasi di Indonesia butuh tenaga pendamping, sementara jumlah tenaga pendamping atau konsultan di tanah air masih sangat terbatas. Demikian ungkap Asdep pemberdayaan lembaga pengembangan bisnis (LPB) Kemenkop UKM RI, Akhmad Zabadi, saat penutupan bimbingan dan konsultasi standar kompetensi konsultan/LPB di Fave Hotel Solo (31/3/2012).

Untuk mengatasi hal ini Kemenkop UKM RI melakukan sertifkasi dan standardisasi kompetensi konsultan atau business development service (BDS) agar bisa bekerja mendampingi UMKM secara profesional. “Pemerintah saat ini akan mengurangi perannya sebagai pembina teknis dalam pendampingan UMKM, selanjutnya akan mengoptimalkan peran konsultan UMKM dan lembaga pengembangan bisnis agar profesional dalam melakukan pendampingan,”tambah Akhmad Zabadi.

 
Kemenkop UKM RI Standardisasi Kompetensi Konsultan PDF Cetak E-mail
Berita Terbaru
Rabu, 28 Maret 2012 14:30

Kementerian koperasi dan UKM RI akan melakukan standarisasi kompetensi bagi konsultan, Business Development Services-Provider (BDS-P) atau Lembaga Pelayanan Bisnis Koperasi dan UMKM.

Standar kompetensi nantinya menjadi dasar untuk melakukan sertifikasi sehingga konsultan K-UMKM dapat lebih professional dalam memfasilitasi K-UMKM. Demikian ungkap Staf Ahli Kemenkop UKM bidang pengembangan iklim usaha dan kemitraan, Dr. Ir. Muhammad Taufik, M.Sc pada pembukaan Bimbingan dan Konsultasi Peningkatan Standar Kompetensi Konsultan Pendamping BDS-P/LPB di Fave Hotel Solo, 27 Maret 2012.

 
Deputi Pengembangan SDM Kemenkop RI Gandeng Makassarpreneur PDF Cetak E-mail
Berita Terbaru
Rabu, 22 Februari 2012 21:38

Deputi Pengembangan SDM Kemenkop RI menggandeng Makassarpreneur dalam pelaksanaan Diklat Pelatihan Kewirausahaan pada tanggal 22-25 Februari 2012 di Hotel Mercure Makassar. Kegiatan ini diikuti 60 orang peserta, terdiri dari 30 orang utusan Makassarpreneur dan fasilitator Koperasi dan UKM se-Sulawesi Selatan dan 30 orang dari kelompok masyarakat. Sebagai fasilitator Bahrul ulum dari Makassarpreneur, Salman Sahmad dari Lapenkop Sulsel sertar trainer SIYB ILO, Nelson Soemanda dan Muh. Saleh.

Dalam sambutan pembukaan, mewakili Deputi Pengembangan SDM Kemenkop, Talkah Badrus mengatakan, pengembangan kewirausahaan KUMKM merupakan upaya untuk peningkatan kemampuan SDM yang  bertujuan untuk meningkatkan kemandirian usaha, kemampuan bisnis dan jiwa kepemimpinan dalam sektor KUMKM, sehingga diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan kualitas operasional KUMKM.

 
Produk UMKM Masih Sulit Tembus Ritel Modern PDF Cetak E-mail
Berita Terbaru
Selasa, 14 Februari 2012 13:54

Upaya UMKM agar produknya bisa menembus pasar ritel modern  masih dirasakan cukup sulit karena banyaknyastandar prosedur yang harus dipenuhi.  Hal ini  mencuat pada kegiatan Workshop Identifikasi Pasar yang dilaksanakan LSM Oxfam Gb dan Pemkab Pangkep di gedung Darmawanita Pangkep, 13 Januari 2012. Acara yang mempertemukan SKPD, pelaku pasar dan kelompok usaha perempuan binaan Oxfam ini untuk membangun kesepahaman dukungan produk lokal, terutama dukungan pemasaran bagi produk UMKM.

 
Perlu Ketegasan Mengatur Minimarket PDF Cetak E-mail
Berita Terbaru
Selasa, 17 Januari 2012 13:48

Sejak awal tahun 2011, Makassar mulai ramai dengan kehadiran minimarket di beberapa titik wilayah dalam kota. Mulai dari yang dikembangkan oleh pengusaha lokal secara pribadi, maupun yang dikembangkan melalui sistem franchise.

Berawal dari munculnya beberapa minimarket yang didirikan dan dikelola secara pribadi oleh pengusaha lokal dengan berbagai bentuk pelayanan yang ditawarkan oleh masing-masing toko, bahkan ada yang memberikan pelayanan 24 jam, perlahan menunjukkan kemajuan yang cukup memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Makassar.
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Online Support

Pemkot Makassar Bentuk Investmen Center

Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal menggelar diskusi membahas pengembangan potensi unggulan daerah dalam rangka pembentukan pusat investasi (investment centre) bintang lima, Selasa (26/4/2016).

Diskusi yang berlangsung di Karaeng Room Hotel Santika Makassar itu dihadiri sejumlah stakeholder, dengan narasumber Keua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel, Zulakrnai Arif, Konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Sulsel yang juga Direktur Makassarpreneur, Bahrul ulum dan Pengamat Ekonomi Unhas, DR. Marzuki, DEA

Kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Makassar Taufiek Rachman mengatakan, investement centre merupakan ide Walikota Makassar, Danny Pomanto yang bertujuan meningkatkan pererkomian masyarakat. Investment forum ini diharapkan akan mengembalikan kejayaan Makassar sebagai hub untuk Kawasan Indonesia Timur (KTI).

Read more text

Komentar Terbaru

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini175
mod_vvisit_counterMinggu ini175
mod_vvisit_counterBulan ini175
mod_vvisit_counterSemua hari373843

We have: 56 guests online
IP Anda: 54.80.42.144
 , 
Today: Jun 27, 2017