• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
home : Catatan Perjalanan : Sekolah Rakyat Cakrawala, Merintis usaha Berbekal keterampilan
Sekolah Rakyat Cakrawala, Merintis usaha Berbekal keterampilan PDF Cetak E-mail
Oleh Bahrul Ulum   
Minggu, 05 Desember 2010 11:22

 

Sekolah Rakyat (SR) Cakrawala adalah salah satu sekolah alternatif yang berada di kawasan Tamalanrea Makassar. Sekolah alternatif ini dibina oleh aktifis muda yang menerapkan gratis 100 persen dan tidak pernah ada pungutan dari pihak sekolah kepada orang tua murid, anak putus sekolah pun mendapatkan alternatif untuk melanjutkan kegiatan belajarnya.

Sistem belajar mengajar yang diterapkan di SR Cakrawala berbeda dengan sekolah-sekolah formal. Tidak dikenal adanya daftar absensi, melainkan hanya ada kartu kontrol atau disebut juga dengan kartu prestasi siswa yang fungsinya untuk mengetahui signifikansi perkembangan siswa, baik dari segi afektif, kognitif, pola pikir, pola hidup, dan sebagainya. Selain itu, kurikulumnya disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Di SR Cakrawala menyelenggarakan kegiatan belajar mengajarnya 3 kali seminggu, yakni Senin, Rabu dan Sabtu, pukul 4-6 sore. Di SR Cakrawala juga terdapat PKBM yang diperuntukkan bagi masyarakat sekitar sekolah. Masyarakat selain belajar baca tulis, juga diberikan pelatihan keterampilan berupa kerajinan tangan yang terbuat dari kain perca atau kain fanel untuk dibuat berbagai macam akesories.

Di Sekolah Rakyat Cakrawala ini dilaksanakan pelatihan Start Your Busines (SYB) yang berlangsung selama enam hari yang diikuti 25 orang peserta dari binaan SR Cakrawala yang umumnya adalah pemuda putus sekolah.

Dalam pelatihan peserta diajak untuk berpikir kreatif dan terencana. Selain itu peserta diajarkan untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan diri sendiri. Sebelumnya mereka diajak untuk saling mengenal dan menceritakan minat bisnis masing-masing.  Selanjutnya, melalui game bisnis mereka diminta untuk mengatur suatu perencanaan usaha dengan menggunakan tabel perputaran usaha. Para peserta  diberikan permainan yang bertujuan agar peserta mengetahui dasar siklus usaha yaitu uang masuk dan uang keluar,merencanakan penggunaan modal yang terbaik. Juga pentingnya menjaga arus uang tunai dan pencatatan keuangan.

Pada hari kedua, peserta diajak untuk lebih mendalami seluk beluk perencanaan bisnis. Peserta yang dibagi dalam beberapa kelompok diminta untuk menjelaskan ide bisnis mereka. Lalu ide bisnis tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis SWOT.

Di hari ketiga, peserta dilatih untuk menghitung anggaran dari ide bisnis yang diajukan pada hari sebelumnya. Pada akhir pelatihan nanti diharapkan akan muncul wirausahawan kreatif dan mandiri.

Pada hari keempat, peserta dilatih untuk merencakan dan melakukan penilaian pasar secara sederhana untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan pelanggan. Juga untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan pesaing. Hal ini penting diketahui untuk melakukan strategi pemasaran untuk  meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pelanggan. Salah satu tujuan dari sesi ini adalah para peserta mengetahui rencana pemasaran 4P, yakni product, price, place dan promotion. Dihari keenam pelatihan membahas tentang aspek permodalan dan mengevaluasi studi kelayakan bisnis dari peserta.

Peserta dari pelatihan ini akan terus mendapatkan pantauan dari Sekolah Rakyat  Cakrawala maupun dari pelatih dalam bentuk pendampingan pasca pelatihan. Hasil dari pelatihan ini adalah terbentuknya kelompok usaha handmade berupa pembuatan aksesories dari kain fanel. Produk yang dihasilkan berupa tempat HP, gantungan kunci, dompet dll. yang telah dipasarkan di beberapa toko dan mall di Makassar. Mereka juga sementara merintis bisnis bakery yang kan dipasarkan di beberapa toko di Makassar. Pelatihan SIYB memberikan seceracah harapan untuk kesuksesan bisnis mereka di masa mendatang

 


 

Add comment


Security code
Refresh

Online Support

Bappeda Sosialisasi Pengembangan UMKM Lorong

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kota Makassar menggelar sosialisasi pengembangan usaha mikro dan industri rumah tangga lorong melalui klinik bisnis terpadu (KBT).

Acara yang diikuti sekitar seratus orang peserta ini dilaksanakan di Hotel Mercure Makassar, Senin (23/5). Acara dibuka secara resmi oleh Ismunandar, Staf Ahli walikota bidang peningkatan kualitas manusia. Hadir pula Sekretaris Bappeda Nur Kamarul Zaman dan kepala bidang ekonomi Muhammad Asfat.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Bahrul ulum dari Makassarpreneur, Muh. Nurfitrani dari PLUT KUMKM Sulsel, Dr. Andi Nur Bau Massepe (akademisi Unhas) dan Dr. Mukhlis Sufri (UMI Makassar), dengan dipandu Dr. Johansyah dari Bappeda Makassar.

 

Dalam sambutannya Ismunandar mengatakan, pemberdayaan ekonomi  lorong merupakan program unggulan Pemkot Makassar dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Ibarat sel dalam tubuh, lorong menjadi basis kekuatan perekonomian dengan memperkuat industri atau usaha mikro dan kecil berbasis lorong, tambahnya.

Read more text

Komentar Terbaru

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini215
mod_vvisit_counterMinggu ini215
mod_vvisit_counterBulan ini215
mod_vvisit_counterSemua hari373883

We have: 71 guests online
IP Anda: 54.167.202.184
 , 
Today: Okt 21, 2017