• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
home : Catatan Perjalanan : Semangat Berwirausaha di Pulau Kodingareng
Semangat Berwirausaha di Pulau Kodingareng PDF Cetak E-mail
Oleh Bahrul Ulum   
Sabtu, 04 Desember 2010 10:59

Pengalaman menarik dapat melatih SIYB ILO di Pulau Kodingareng. Pulau yang masih masuk dalam wilayah kota Makassar ini cukup indah karena dikelilingi pasir putih yang bersih. Untuk menjangkaunya butuh perjalanan naik perahu satu jam dari pusat kota. Hanya ada jalan setapak, tidak ada mobil di pulau ini namun kita bisa menjangkau seluruh pulau dengan berjalan kaki. Listrik juga hanya menyala pada pukul 18.00 hingga 24.00 setiap hari. Pulau kodingareng dikenal juga sebagai pulau PLS. Setidaknya ada sekitar 1.500 penduduk yang tidak mengenyam pendidikan formal. Badan Pusat Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal (BPPNFI) Makassar menetapkan Pulau Kodingareng sebagai laboratorium pendidikan kesetaraan, sekaligus pulau percontohan pendidikan luar sekolah. Dengan berkoordinasi dengan karang taruna dan pengurus PKBM Pulau Kodingareng, pelaksanaan pelatihan SIYB ILO dapat dilaksanakan di pulau ini.

Masyarakat sangat antusias saat mengikuti sosialiasi pelatihan SIYB di baruga PKBM yang juga menjadi tempat pelatihan. Dengan dikoordinir oleh tokoh masyarakat setempat, mereka berlomba mendaftarkan diri dan mengisi formulir peserta. Setidaknya ada sekitar 50-an formulir yang masuk untuk selanjutnya disaring dan mengikuti wawancara.

Pelatihan di buka oleh Bapak Sampara Sarif, salah seorang tokoh yang juga kepala PKBM Pulau Kodingareng. Peserta sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Hubungan kekerabatan yang sangat kuat sesama peserta dengan nuansa kehidupan masyarakt pesisir yang khas, menjadikan suasana pelatihan sangat menarik dan menyenangkan. Karakteristik peserta di pulau Kodingareng ini sangat terbuka, spontanitas dan berbicara apa adanya. Karakteristik khas masyarakat pesisir menjadikan ada nuanasa “beda” saat memfasilitasi pelatihan di pulau eksotik ini.

Banyak ide bisnis yang disampaikan peserta saat pelatihan. Beberapa ide bisnis yang muncul berkaitan dengan potensi lokal seperti kripik ikan, abon ikan, bakso ikan, chao (saos dari ikan yang difermentasi) dll. Terungkap pula kendala utama mereka saat menjalankan bisnis adalah pasar yang terbatas pada penduduk lokal di pulau kodingareng saja.

Sesi game bisnis dan kerja kelompok sangat disukai oleh peserta. Bagi peserta, dengan game bisnis dan kerja kelompok mereka seakan berada dalam praktek bisnis yang sebenarnya. Apalagi ide bisnis dan rencana bisnis yang disusun adalah bisnis yang sangat dekat dengan kehidupan mereka atau minimal ada diantara peserta yang sudah menjalakannya.

Terdapat peserta pelatihan yang telah merintis usaha. Umumnya usaha yang dijalankan adalah berdagang makanan, pakaian, kue-kue dll untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. Mereka merintisusaha lebih karena “terpaksa” untuk menambah kebutuhan keluarga. Melalui pelatihan, peserta akhirnya menyadari bahwa usaha yang mereka jalankan selama ini belum layak karena masih dijakankan apa adanya.

Diakhir pelatihan peserta diarahkan untuk secara individu dan kelompok menyusun rencana aksi. Dari diskusi penyusunan rencana aksi ini banyak usulan dari peserta untuk mengembangkan potensi lokal khas pulau untuk dipasarkan di kota Makassar. Mereka punya mimpi menghasilkan produk unggulan lokal khas pulau yang dapat mengangkat taraf hidup mereka



 

 

Add comment


Security code
Refresh

Online Support

Bappeda Sosialisasi Pengembangan UMKM Lorong

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kota Makassar menggelar sosialisasi pengembangan usaha mikro dan industri rumah tangga lorong melalui klinik bisnis terpadu (KBT).

Acara yang diikuti sekitar seratus orang peserta ini dilaksanakan di Hotel Mercure Makassar, Senin (23/5). Acara dibuka secara resmi oleh Ismunandar, Staf Ahli walikota bidang peningkatan kualitas manusia. Hadir pula Sekretaris Bappeda Nur Kamarul Zaman dan kepala bidang ekonomi Muhammad Asfat.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Bahrul ulum dari Makassarpreneur, Muh. Nurfitrani dari PLUT KUMKM Sulsel, Dr. Andi Nur Bau Massepe (akademisi Unhas) dan Dr. Mukhlis Sufri (UMI Makassar), dengan dipandu Dr. Johansyah dari Bappeda Makassar.

 

Dalam sambutannya Ismunandar mengatakan, pemberdayaan ekonomi  lorong merupakan program unggulan Pemkot Makassar dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Ibarat sel dalam tubuh, lorong menjadi basis kekuatan perekonomian dengan memperkuat industri atau usaha mikro dan kecil berbasis lorong, tambahnya.

Read more text

Komentar Terbaru

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini186
mod_vvisit_counterMinggu ini186
mod_vvisit_counterBulan ini186
mod_vvisit_counterSemua hari373854

We have: 43 guests online
IP Anda: 54.167.202.184
 , 
Today: Okt 21, 2017