• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
home : Catatan Perjalanan : Bremen Technopark, Sinergi Akademisi dan Pebisnis
Bremen Technopark, Sinergi Akademisi dan Pebisnis PDF Cetak E-mail
Oleh Bahrul Ulum   
Selasa, 21 Desember 2010 13:02

Belajar dari berbagai kota-kota maju di berbagai dunia tidak lepas dari adanya sinergi akademisi dan dunia usaha. Tampak adanya keterkaitan yang erat antara peran akademisi yang menghasilkan berbagai hasil riset, pengembangan produk oleh pengusaha serta peran pemerintah. Berbagai kota maju di dunia tersebut menyadari arti pentingnya sebuah kawasan penelitian terpadu agar dapat memproduksi sendiri segala kebutuhannya dan daerahnya tidak hanya menjadi “pasar produk jadi” dari negara lain. Kawasan penelitian terpadu ini dikenal dengan istilah technopark, science park atau research park.

Technopark pertama didirikan dengan dukungan Stanford University di California. Sekarang ini Technopark tersebut lebih dikenal sebagai Silicon Valley, dimana 200.000 lebih orang professional berkualitas internasional bekerja untuk produk-produk dengan nilai tambah tinggi. Beberapa technopark lainnya adalah pusat inovasi Science Park Berlin Adlershof, Chungnam Techno Park (CTP) di Korea, Di Shanghai Cina terdapat Shanghai Science Land dan Barzil dengan Kuricibha Techno Park.

Pada tahun 1995-an contoh keberhasilan pembangunan semacam “Silicon Valley ala Negara Dunia Ketiga”  telah ditunjukkan dengan baik di Malaysia Multimedia Super Corridor-Kuala Lumpur ataupun Manila Gateway Park-Filipina, Taiwan dengan Science Park di Hsin Chu dan India dengan Bangalore-nya atau Cyber City, Delhi. Sampai sekarang ini ada lebih dari 400 Technopark di seluruh dunia dan bertumbuh terus. Di Amerika Serikat sendiri ada 150 Technopark, lalu Jepang memiliki 111, Cina mulai di tahun1980 dan sekarang sudah memiliki 100 technopark.

Saat berada di kota Bremen-Jerman, penulis tertarik untuk melihat bagaimana konsep dan implementasi kawasan riset terpadu “Bremen science park” sebagai tempat bersinergi akademisi, calon pengusaha dan pengusaha. Kawasan ini sendiri berada dalam satu kawasan di Universitas Bremen.

Pengembangan Bremen Science Park ditandai dengan berdirinya sebuah inkubator bisnis atau pusat inovasi dan teknologi untkuk bisnis baru (start up), yakni Bremer Innovations Und Technologiezentrums (BITZ) pada tahun 1986. Di BITZ, bagi para lulusan universitas disiapkan kantor-kantor yang diperlukan dan infrastruktur untuk memulai bisnis mereka sendiri. Pendekatan ini terbukti sukses sehingga pada tahun 1988 dikembangkanlah konsep “scince park” atau suatu taman Teknologi yang berdiri di atas lahan 75 hektar di sekitar universitas Bremen.

Pendirian kawasan riset tepadu ini bertujuan untuk merangsang inovasi dan munculnya sinergi antara pelaku sektor ekonomi yang vital dengan peran lembaga pendidikan tinggi. Kehadiran science park Bremen bertujuan pula untuk menciptakan jaringan yang diperlukan untuk menghubungkan industri berbasis IT atau industri pengetahuan dalam suatu daerah, dimana kemajuan ilmiah dan perusahaan daerah akan berada dalam suatu kedekatan fisik. Secara nyata, pengembangan taman teknologi ini menyediakan “Special Investment Programme (ISP)”. Dalam paket ISP ini tidak hanya menyediakan dana untuk mengembangkan situs, tetapi juga untuk memperkuat dasar ilmiah dengan berinvestasi lebih banyak dalam fakultas/universitas dan lembaga penelitian. Dengan tenaga kerja lebih dari 6500 orang dengan lebih dari 320 perusahaan sektor swasta, taman teknologi di Uni-Bremen menjadi salah satu dari tiga terbesar science park yang ada di Jerman.

Berbagai fasilitas disedeiakan di BITZ.  Dengan luas 16.000 meter persegi yang dirancang secara fleksibel, tersedia sarana kantor dan ruang gudang dalam sebuah kompleks bangunan modern untuk pelayanan, laboratorium dan fasilitas produksi. Tak jauh dari perkantoran, berdiri pusat permukiman di Taman Teknologi yang cukup bergengsi di kota Bremen, tidak jauh dari universitas Bremen. Berdiri pula tidak jauh dari BITZ berbagai lembaga penelitian dan perusahaan inovatif lainnya. Tak ketinggalan pula lokasi dan sarana untuk rekreasi maupun olahraga yang luas dengan terintegrasi langsung dengan jaringan transportasi regional dan nasional di Jerman.

Dengan kehadiran science park, komunitas bisnis di Bremen memiliki kompetensi dan daya saing yang dapat diandalkan. BITZ hadir sebagai inkubator teknologi dan bisnis yang menawarkan paket layanan yang komprehensif yang memenuhi kebutuhan khusus pengusaha untuk mewujudkan ide-ide bisnis yang menarik maupun ide teknologi yang mutakhir. Universitas Bremen dan BITZ menjadi inti dari konsep science atau Technology Park di Bremen, yang mengembangkan jaringan konsisten antara kinerja perusahaan dan inovasi ilmiah yang dinamis. Setelah BITZ di area Uni-Bremen, dikembangkan taman teknologi berikutnya yang memiliki koneksi langsung ke Jacob University Bremen. Di atas lahan 4 hektar, Taman Sains yang baru ini menyediakan jasa penelitian dan berorientasi pada teknologi bagi perusahaan di masa yang akan datang. Tidaklah mengherankan bila kota Bremen tumbuh menjadi kota dengan teknologi tinggi dengan sinergi yang baik antara pengusaha dan akademisi (Bahrul ulum).

 

Add comment


Security code
Refresh

Online Support

Pemkot Makassar Bentuk Investmen Center

Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal menggelar diskusi membahas pengembangan potensi unggulan daerah dalam rangka pembentukan pusat investasi (investment centre) bintang lima, Selasa (26/4/2016).

Diskusi yang berlangsung di Karaeng Room Hotel Santika Makassar itu dihadiri sejumlah stakeholder, dengan narasumber Keua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel, Zulakrnai Arif, Konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Sulsel yang juga Direktur Makassarpreneur, Bahrul ulum dan Pengamat Ekonomi Unhas, DR. Marzuki, DEA

Kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Makassar Taufiek Rachman mengatakan, investement centre merupakan ide Walikota Makassar, Danny Pomanto yang bertujuan meningkatkan pererkomian masyarakat. Investment forum ini diharapkan akan mengembalikan kejayaan Makassar sebagai hub untuk Kawasan Indonesia Timur (KTI).

Read more text

Komentar Terbaru

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini212
mod_vvisit_counterMinggu ini212
mod_vvisit_counterBulan ini212
mod_vvisit_counterSemua hari373880

We have: 68 guests online
IP Anda: 54.167.202.184
 , 
Today: Okt 21, 2017