• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
Joomla! Slideshow
home
Talk Show PDF Cetak E-mail
Agenda
Kamis, 02 Desember 2010 10:00

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

“Implementasi Syariah dalam Bisnis

Baruga Anging Mammir, 12 Desember 2010

LATAR BELAKANG

Situasi dan kondisi keberadaan pengusaha yang telah diakui menjadi salah satu pilar penentu kebijakan ekonomi politik negeri ini. Kolaborasi pengusaha dengan politikus baik sebagai bagian yang saling terpisah maupun sebagai sebuah peran yang integral telah membawa dampak perumusan dan implementasi kebijakan yang hanya berpihak pada kepentingan duo pengusaha dan penguasa. Situasi ini memang menjadi sesuatu yang tak terelakan dalam sistem kehidupan sekuler. Sistem yang menghamba pada kelangsungan pemenuhan kepentingan penguasa dan pengusaha. Yang penting mendapatkan profit, profit yang terus tumbuh dan sinambung namun abai pada keberkahan.
Bagi seorang muslim, berbisnis atau menjadi pegusaha tidak sekadar mendapatkan profit yang tumbuh dan sinambung namun juga berkah. Hali ini dicapai dengan semaksimal mungkin berupaya berbisnis yang halal dan menjauhkan diri dari yang haram bahkan yang subhat sekalipun. Menjadikan harta bisnisnya sebagai sesuatu yang dikendalikannya, bukan yang mengendalikannya. Keuntungan bisnis yang didapat dinikmati dengan menunaikan hak keluarga dan hak Allah, perjuangan di jalan Allah.
Atas dasar inilah, Kegiatan talk show tentang implementasi syariah dalam bisnis penting diselenggarakan untuk memberi pemahaman tentang implementasi syariah dalam bisnis dan sekaligus positioning pengusaha muslim secara eksisting saat ini dan yang seharusnya. Diharapkan hal ini menjadi bekal yang cukup bagi para pengusaha untuk mengotimalkan pendayagunaan potensi yang mereka miliki dalam menjalin ukhuwah dan sinergi demi kejayaan umat.

TUJUAN

1. Memberikan pembekalan wawasan teori dan praktik seputar syariah dalam bisnis.

2. Menjalin ukhuwah, menjajagi pola sinergi dengan pengusaha,calon pengusaha dan masyarakat secara lebih luas.

PESERTA

Peserta kegiatan ini adalah para pengusaha, calon pengusaha, mahasiswa dan masyarakat umum yang berminat dengan target peserta 100 orang.

PELAKSANAAN KEGIATAN

Kegiatan ini direncanakan dilaksanakan pada tanggal 28 Nopember 2010 bertempat di Baga Anging Mammiri Makassar

Waktu : Pukul 15.30 – 18.00

Jadwal Acara

TALK SHOW
“IMPLEMENTASI SYARIAH DALAM BISNIS”

15.00 - 15.30 : Registrasi Peserta

15.30 - 16.00 : Registrasi/Sholat Ashar

16.00.- 16.20 : Key Speak dan membuka acara :

Bapak Walikota Makassar, Ir.H. Ilham Arif Sirajuddin, MM

16.20. – 16.30 : Launching Buku “Saatnya Ekonomi Kerakyatan”

Karya : Muh. Saleh R – Bahrul ulum

16.30 - 17.30 : Talk Show

1. Ustad. Ihsan Salam, SE (Praktisi Bisnis Syariah Bidang Perdagangan dan Jasa Konstruksi/pengurus Pengusaha Rindu Syariah-Jakarta)

2. Bahul ulum (Direktur Makassarpreneur)

17.30 – 17.45 : Diskusi & Tanya Jawab

17.45.- 18.00 : Penutup

 

Add comment


Security code
Refresh

Kota Makassar kembali menjadi tuan rumah berkumpulnya para warga Sulsel dari perantauan dalam ajang silaturrahmi dan temu bisnis. Acara bertajuk “Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XVI” berlangsung di Hotel Novotel, Makassar pada Senin 24 Juli 2016. Sebanyak 500 saudagar hadir dibuka langsung Wakil Presiden Jusuf Kalla hadir sekaligus menjadi Keynote Speaker dihadapan para saudagar dan warga KKSS yang datang dari seluruh Indonesia dan sebagian dari mancanegara.

Pelaksanaan PSBM yang telah menjadi agenda tahunan ini telah menjadi spirit ekonomi nasional, disamping tentunya berkontribusi positif bagi perekonomian Sulawesi Selatan.Dengan pertemuan para saudagar akan terjalin hubungan yang baik (networking) sesama saudagar dari berbagai daerah maupun di dunia internasional sehingga ada sinergitas dalam memperkuat dunia usaha. Pelaksanaan PSBM juga tidak lagi sekedar ajang lepas rindu pada kampung halaman, namun telah menjadi konsolidasi ekonomi untuk membangun daerah dengan memanfaatkan segenap potensi finansial warga Sulsel yang disinergikan dengan potensi sumber daya alam Sulawesi Selatan.

Detail..

Kewirausahaan atau “Entrepreneurship” dikatakan juga sebagai “the backbone of economy”, atau syaraf pusat perekonomian suatu bangsa. Pengalaman negara-negara maju di dunia juga menunjukkan bahwa kewirausahaan sebagai salah satu faktor kunci untuk mempercepat pembangunan ekonomi dan daya saing.

Entreprenership adalah sebuah perjalanan (journeys), setelah tertanamnya kultur kewirausahaan, perjalanan kewirausahaan akan diteruskan dengan adanya kesadaran (awareness) tentang pentingnya kewirausahaan; terbentuknya embrio wirausaha (nascent entrepreneurs) yang secara sadar berani mencoba-coba usaha bisnisnya sesuai minat, bakat, dan potensi mereka; dan tekad dan action untuk menjadi start-up entrepreneurs dengan segala risiko yang sudah dipertimbangan, lalu secara bertahap tumbuh dan berkembang (scaling up).

Berkaitan hal di atas, sinkronisasi Kementerian dan lembaga menjadi sangat penting supaya gerakan kewirausahaan tidak “asal jalan” atau tumpang tindih. Olehnya, perlu ada mapping resource “siapa mengerjakan apa” secara tepat oleh Kementerian dan lembaga. Dalam hal ini, pola yang dikembangkan Kementerian Perekonomian dalam tahapan pengembangan kewirausahaan bisa menjadi acuan, yaitu :  

Detail..

Pemuda merupakan aset bangsa, penentu arah masa depan kehidupan yang lebih baik. Keberadaan mereka menjadi energi pembaharuan dan kritis terhadap kemapanan yang menyimpang. Pemuda adalah nafas zaman, kelompok idaman ummat dan bangsa yang kaya akan kritik, imajinasi, serta peran mereka dalam setiap peristiwa yang terjadi di tengah perubahan masyarakat.Tidak bisa dipungkiri pemuda memegang peranan penting dalam hampir setiap transformasi sosial dan perjuangan meraih cita-cita.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jumlah pemuda tahun 2013 jumlah pemuda mencapai 62,6 juta orang atau rata-rata 25 persen dari proporsi jumlah penduduk secara keseluruhan. Demikian juga jumlah organisasi kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang terus mengalami peningkatan, yakni telah mencapai ± 276.787 OKP dari tingkat nasional s.d. kelurahan/desa. Besarnya potensi pemuda di atas bila dikembangkan dengan baik maka pemuda dapat diandalkan sebagai agen perubahan, kontrol sosial, dan kekuatan moral. Demikian juga kapasitas dan kualitas pemuda dapat dikembangkan sebagai penentu masa depan bangsa, dan adanya peluang pemuda sebagai kekuatan sosial ekonomi bangsa, pengemban misi dalam meningkatkan harkat dan martabat bangsa serta misi mulia lainnya.

Detail..

Tanggal 17 Oktober diperingati sebagai hari anti kemiskinan sedunia. Peringatan ini untuk menghormati momen bersejarah tanggal 17 Oktober tahun 1987 saat ratusan ribu orang berdemonstrasi di Trocadéro di Kota Paris, Perancis, tepat di tempat penandatanganan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia tahun 1948, untuk mengajak seluruh warga dunia merenungkan kembali nasib para korban kemiskinan ekstrim, kekerasan dan kelaparan di seluruh dunia.

Faktanya, saat ini hampir satu dari lima orang yang tinggal di negara berkembang masih hidup secara kekurangan, yakni hanya mempunyai USD1,25 per hari atau sekira Rp14.500 per hari jika mengacu kurs Rp11.600 per USD (okezone.com,17/8/2014). Bank Dunia memprediksi sekitar 1,35 miliar penduduk hidup dengan pendapatan kurang dari US$ 1 atau Rp 12.190 per hari.

Fakta lainnya, sekitar 3,5 miliar orang atau setara setengah populasi dunia merasakan sengsaranya kesenjangan sosial antara golongannya dengan kalangan konglomerat.  Badan amal global, Oxfam melaporkan bahwa 1% populasi terkaya di dunia mengendalikan setengah dari kekayaan manusia di muka bumi ini sekitar US$ 110 triliun. Oxfam bahkan melaporkan, 70% penduduk global tinggal di negara-negara yang tingkat ketidaksetaraan hartanya menanjak terus dalam 30 tahun terakhir.

Detail..

Pemerintah Sulawesi Selatan mulai tahun 2014 ini melaksanakan program penciptaan wirausaha muda pada tiap desa. Program unggulan Pemprov Sulsel sekaligus realisasi janji kampanye pasangan Sayang ini menargetkan 20 wirausahawan muda tiap desa selama lima tahun atau 100 wirausaha baru per desa. Untuk menunjang pencapaian target tersebut, Pemprov menyelenggarakan diklat wirausaha baru dan memberikan paket bantuan modal yang diatur dalam Pergub No. 10 tahun 2014 tentang diklat kewirausahaan dan penghargaan wirausaha di Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam Pergub disebutkan, program wirausaha desa bertujuan untuk mendorong pemuda menjadi wirausaha dengan penyediaan modal kerja sebagai stimulus dalam pengembangan usaha ekonomi produktif yang digerakkan oleh pemuda desa/kelurahan. Sasaran target pencapaian wirausaha yaitu sebanyak 20 orang (1 Kelompok) per desa/ kelurahan dari 3.023 desa/kelurahan di Sulsel, sehingga akan tercapai 60.460 orang per tahun atau tercapai 302.300 orang dalam 5 tahun dengan 15.115 kelompok usaha ekonomi produktif.

Detail..

Online Support

Komentar Terbaru

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini265
mod_vvisit_counterMinggu ini265
mod_vvisit_counterBulan ini265
mod_vvisit_counterSemua hari373933

We have: 110 guests online
IP Anda: 54.167.195.84
 , 
Today: Agus 20, 2017