• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
home : Artikel : Entrepreneurship : Menguatkan Spirit Saudagar Di Era Global
Menguatkan Spirit Saudagar Di Era Global PDF Cetak E-mail
Entrepreneurship
Selasa, 26 Juli 2016 00:00

Kota Makassar kembali menjadi tuan rumah berkumpulnya para warga Sulsel dari perantauan dalam ajang silaturrahmi dan temu bisnis. Acara bertajuk “Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XVI” berlangsung di Hotel Novotel, Makassar pada Senin 24 Juli 2016. Sebanyak 500 saudagar hadir dibuka langsung Wakil Presiden Jusuf Kalla hadir sekaligus menjadi Keynote Speaker dihadapan para saudagar dan warga KKSS yang datang dari seluruh Indonesia dan sebagian dari mancanegara.

Pelaksanaan PSBM yang telah menjadi agenda tahunan ini telah menjadi spirit ekonomi nasional, disamping tentunya berkontribusi positif bagi perekonomian Sulawesi Selatan.Dengan pertemuan para saudagar akan terjalin hubungan yang baik (networking) sesama saudagar dari berbagai daerah maupun di dunia internasional sehingga ada sinergitas dalam memperkuat dunia usaha. Pelaksanaan PSBM juga tidak lagi sekedar ajang lepas rindu pada kampung halaman, namun telah menjadi konsolidasi ekonomi untuk membangun daerah dengan memanfaatkan segenap potensi finansial warga Sulsel yang disinergikan dengan potensi sumber daya alam Sulawesi Selatan.

Dalam sambutannya membuka PSBM ke XVI, JK mengatakan, modal pengusaha yang paling besar adalah semangat. Semangatlah yang menciptakan kreatifitas, keberanian, kerja sama dan sinergi yang baik. Pesan JK ini menyiratkan kembali pentingnya sense of saudagar atau entrepreneurship.

Sense of saudagar atau wirausaha alias entrepreneurship makin dirasakan urgensinya saat ini. Istilah saudagar sendiri memang tidak begitu populer dengan istilah wirausaha yang saat ini lagi “booming”. Istilah saudagar dahulu hanya diartikan sebagai pedagang besar, namun dalam kehidupan sehari-hari kini dianggap memiliki pengertian yang sama yaitu pengusaha.

Dari sisi etimologi, saudagar berasal dari bahasa sansekerta, yang terdiri dari kata Sau berarti seribu dan dagar artinya akal, Jadi Saudagar mengandung makna orang yang memiliki seribu akal. Dengan kata lain, para saudaga adalah mereka yang cermat membaca peluang usaha, cerdik mengelola peluang dan pandai membangun relasi atau jaringan bisnis.

Adapun wirausaha yang berasal dari kata wira yang artinya manusia unggul, berani, berbudi luhur dan memiliki keagungan dan usaha artinya daya, upaya untuk menghasilkan sesuatu. Adapun kewirausahaan pada hakekatnya adalah sifat, ciri dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif.

Dengan pengertian singkat di atas, saudagar, wirausaha atau entrepreneurship berperan penting sebagai tulang punggung perekonomian (the backbone of economy). Hal ini tak lepas dari fakta bahwa sebagian besar pendorong perubahan, inovasi dan kemajuan suatu negara adalah mereka para saudagar, pengusaha atau wirausahawan. Hanya dengan mental kewirausahaan yang kuat pada suatu masyrakat dan suatu bangsa maka segala potensi, sumber energi, komoditi dan mineral yang melimpah tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan rakyat.

Mengambil pembelajaran dan pengalaman negara-negara maju di dunia, ternyata salah satu faktor kunci untuk mempercepat pembangunan ekonomi dan daya saingnya adalah kewirausahaan. Hal ini sebenarnya telah dikemukakan oleh Schumpeter (1934) bahwa entrepreneurship in driving force behind economic growth. Dengan demikian, Indonesia memerlukan suatu transformasi ekonomi berupa percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi menuju negara maju sehingga Indonesia dapat meningkatkan daya saing sekaligus mewujudkan kesejahteraan untuk seluruh rakyat Indonesia melalui gerakan kewirausahaan secara nasional.

Pelaksanaan PSBM yang digagas JK sejak tahun 1994 telah menggugah dan meretas etos kerja masyarakat Indonesia yang terdiri dari beragam budaya, namun masing-masing memiliki spirit atau semangat kewirausahaan dalam membangun daerah. Kita berharap, gelaran PSBM yang sudah ke-16 kali tahun 2016 ini tidak lagi sekedar menguatkan spirit saudagar bugis-makassar yang dikenal berani, ulet dan siap bekerja keras di tempat mana saja. Lebih dari itu, kita berharap lahir aksi konkrit, solutif dan kontributif terutama dalam membangun daya saing daerah menghadapi iklim global yang semakin kompetitif. (bui)

 

Add comment


Security code
Refresh

Online Support

Bappeda Sosialisasi Pengembangan UMKM Lorong

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kota Makassar menggelar sosialisasi pengembangan usaha mikro dan industri rumah tangga lorong melalui klinik bisnis terpadu (KBT).

Acara yang diikuti sekitar seratus orang peserta ini dilaksanakan di Hotel Mercure Makassar, Senin (23/5). Acara dibuka secara resmi oleh Ismunandar, Staf Ahli walikota bidang peningkatan kualitas manusia. Hadir pula Sekretaris Bappeda Nur Kamarul Zaman dan kepala bidang ekonomi Muhammad Asfat.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Bahrul ulum dari Makassarpreneur, Muh. Nurfitrani dari PLUT KUMKM Sulsel, Dr. Andi Nur Bau Massepe (akademisi Unhas) dan Dr. Mukhlis Sufri (UMI Makassar), dengan dipandu Dr. Johansyah dari Bappeda Makassar.

 

Dalam sambutannya Ismunandar mengatakan, pemberdayaan ekonomi  lorong merupakan program unggulan Pemkot Makassar dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Ibarat sel dalam tubuh, lorong menjadi basis kekuatan perekonomian dengan memperkuat industri atau usaha mikro dan kecil berbasis lorong, tambahnya.

Read more text

Komentar Terbaru

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini252
mod_vvisit_counterMinggu ini252
mod_vvisit_counterBulan ini252
mod_vvisit_counterSemua hari373920

We have: 97 guests online
IP Anda: 54.166.236.238
 , 
Today: Agus 18, 2017