• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
home : Berita : Berita Sekilas : Bappeda Sosialisasi Pengembangan UMKM Lorong
Bappeda Sosialisasi Pengembangan UMKM Lorong PDF Cetak E-mail
Berita Sekilas
Senin, 04 Juli 2016 13:36

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kota Makassar menggelar sosialisasi pengembangan usaha mikro dan industri rumah tangga lorong melalui klinik bisnis terpadu (KBT).

Acara yang diikuti sekitar seratus orang peserta ini dilaksanakan di Hotel Mercure Makassar, Senin (23/5). Acara dibuka secara resmi oleh Ismunandar, Staf Ahli walikota bidang peningkatan kualitas manusia. Hadir pula Sekretaris Bappeda Nur Kamarul Zaman dan kepala bidang ekonomi Muhammad Asfat.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Bahrul ulum dari Makassarpreneur, Muh. Nurfitrani dari PLUT KUMKM Sulsel, Dr. Andi Nur Bau Massepe (akademisi Unhas) dan Dr. Mukhlis Sufri (UMI Makassar), dengan dipandu Dr. Johansyah dari Bappeda Makassar.

 

Dalam sambutannya Ismunandar mengatakan, pemberdayaan ekonomi  lorong merupakan program unggulan Pemkot Makassar dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Ibarat sel dalam tubuh, lorong menjadi basis kekuatan perekonomian dengan memperkuat industri atau usaha mikro dan kecil berbasis lorong, tambahnya.

“Ekonomi Lorong   pada intinya  merupakan   aktivitas ekonomi yang dibangun dari prakarsa  komunitas masyarakat yang bertempat tinggal  disekitar lorong  tumbuh dan berkembang  sesuai potensi dan kemampuan  masing-masing,” ujar Mukhlis Sufri

 

“Potensi lorong dapat dikembangkan  melalui pendekatan Bisnis  Model yang diharapkan dapat menjadi  simpul jejaring ekonomi   yang kuat  dalam mendorong ekonomi,” ujar Andi Nur Bau dari Unhas. Sementara Nurfitrani dari PLUT Sulsel menekankan pentignya tenaga pelaksana klinik bisnis yag berlatarbelakang pendidikan tinggi atau tenaga yang ditunjuk oleh Pemda dan telah mendapat pelatihan tentang klinik  bisnis KUMKM.

 

Dalam acara ini dipaparkan pula  hasil survei pendataan umkm lorong yang diharapkan menjadi acuan KBT melakukan pendampingan terhadap sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis lorong.

 

Pengembangan Klinik Berbasis Terpadu (KBT) mengacu pada Perwali Kota Makassar No 14 tahun 2010, bertujuan memfasilitasi KUMKM dalam rangka pengembangan usahanya.

 

Add comment


Security code
Refresh

Online Support

Pemkot Makassar Bentuk Investmen Center

Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal menggelar diskusi membahas pengembangan potensi unggulan daerah dalam rangka pembentukan pusat investasi (investment centre) bintang lima, Selasa (26/4/2016).

Diskusi yang berlangsung di Karaeng Room Hotel Santika Makassar itu dihadiri sejumlah stakeholder, dengan narasumber Keua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel, Zulakrnai Arif, Konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Sulsel yang juga Direktur Makassarpreneur, Bahrul ulum dan Pengamat Ekonomi Unhas, DR. Marzuki, DEA

Kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Makassar Taufiek Rachman mengatakan, investement centre merupakan ide Walikota Makassar, Danny Pomanto yang bertujuan meningkatkan pererkomian masyarakat. Investment forum ini diharapkan akan mengembalikan kejayaan Makassar sebagai hub untuk Kawasan Indonesia Timur (KTI).

Read more text

Komentar Terbaru

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini87
mod_vvisit_counterMinggu ini87
mod_vvisit_counterBulan ini87
mod_vvisit_counterSemua hari373755

We have: 31 guests online
IP Anda: 54.225.20.73
 , 
Today: Okt 20, 2017