• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
home : Artikel : Entrepreneurship : Arah dan Tahapan Pengembangan Kewirausahaan
Arah dan Tahapan Pengembangan Kewirausahaan PDF Cetak E-mail
Entrepreneurship
Selasa, 17 Februari 2015 13:57

Kewirausahaan atau “Entrepreneurship” dikatakan juga sebagai “the backbone of economy”, atau syaraf pusat perekonomian suatu bangsa. Pengalaman negara-negara maju di dunia juga menunjukkan bahwa kewirausahaan sebagai salah satu faktor kunci untuk mempercepat pembangunan ekonomi dan daya saing.

Entreprenership adalah sebuah perjalanan (journeys), setelah tertanamnya kultur kewirausahaan, perjalanan kewirausahaan akan diteruskan dengan adanya kesadaran (awareness) tentang pentingnya kewirausahaan; terbentuknya embrio wirausaha (nascent entrepreneurs) yang secara sadar berani mencoba-coba usaha bisnisnya sesuai minat, bakat, dan potensi mereka; dan tekad dan action untuk menjadi start-up entrepreneurs dengan segala risiko yang sudah dipertimbangan, lalu secara bertahap tumbuh dan berkembang (scaling up).

Berkaitan hal di atas, sinkronisasi Kementerian dan lembaga menjadi sangat penting supaya gerakan kewirausahaan tidak “asal jalan” atau tumpang tindih. Olehnya, perlu ada mapping resource “siapa mengerjakan apa” secara tepat oleh Kementerian dan lembaga. Dalam hal ini, pola yang dikembangkan Kementerian Perekonomian dalam tahapan pengembangan kewirausahaan bisa menjadi acuan, yaitu :  

Fase Pembibitan Wirausaha:

Fase ini lebih pada menanamkan nilai profesionalisme, pola pikir, mindset menjadi risk taker, dan menemukan serta mencari calon-calon wirausaha. Fase pembibitan jiwa kewirausahaan dilakukan melalui sumber daya anak didik sekolah menengah atas ataupun sekolah menengan kejuruan, juga melalui Universitas, Sekolah Tinggi, dan akademi, sarjana dan pemuda. Fase ini menurut saya domainnya Kemendikbud, Kemenpora, Kemenakertrans dll, dengan kegiatan-kegiatan yang sifatnya lebih ke penyadaran. Untuk fase ini dibutuhkan pendamping berupa trainer, motivator maupun public speaker mumpuni  yang mampu menggali dan mengembangkan nilai-nilai, sikap, dan perilaku mental seorang entrepreneur.

Fase Penempaan Wirausaha:

Fase ini diarahkan untuk membekali dan memperkuat  calon wirausaha atau wirausaha start up melalui pelatihan, technopreneur, Marketingpreneur, sociopreneur, trevelpreneur dll; dalam fase ini dilakukan berbagai kegiatan melalui pendidikan dan pelatihan, termasuk di dlamnya pemahaman mengenai birokrasi perijinan usaha, model pendanaan, model bisnis, business plan, sampai dengan birokrasi ekspor.  Fase ini menurut saya domainnya Kemenperin, kementerian Perdagangan, Kementerian Kelautan, Kementerian Ekonomi Kreatif dll, dengan kegiatan yang lebih teknis dan penguatan pada aspek manajemen bagaimana suatu usaha dijalankan secara praktis. Untuk fase ini dibutuhkan pendamping berupa trainer atau fasilitator yang memiliki kompetensi yang sifatnya lebih spesifik seperti start up business, manajemen usaha kecil, aspek pemasaran , manajemen keuangan, Pengemasan/labeling dan sertifikasi produk, dll

Fase Pengembangan Usaha:

Fase ini diarahkan untuk scaling up start up ke mikro, mikro ke usaha kecil dan usaha kecil ke menengah melalui proses inkubator, mentoring, coaching, accelerator, kolaborasi, dan partnership. Dalam fase ini dilakukan melalui bantuan promosi dlm berbagai event dan kesempatan, bantuan dana via fasilitasi kepada perbankan maupuan grant donor, bantuan, atau pengembangan model kewirausahaan secara khusus (basis kawasan, desa mandiri, klaster, dll). Pola ini meniscayakan sinergi berbagai kementerian dan lembaga dengan leading sector antara lain Kemenkop UKM, Meneg BUMN, Menteri koordinator dll.

Untuk fase ini dibutuhkan pendamping dengan kompetensi lebih khusus lagi  sebagai coach, certifified trainer, livelihood adviser, ahli klaster dll

Khusus kewirausahaan, seyogyanya diarahkan untuk pembibitan,penempaan dan pengembangan wirausaha muda mengingat di tangan merekalah masa depan bangsa ini. Oleh karena itu berikut beberapa point penting program penumbuhan dan penciptaan kewirausahaan pemuda :

Program Pengembangan Kewirausahaan adalah kegiatan untuk mengembangkan potensi keterampilan dan kemandirian seseorang dalam kewirausahaan.

Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi, dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memeroleh keuntungan yang lebih besar.

Wirausaha adalah orang yang mempunyai semangat, sikap, perilaku dan kemampuan kewirausahaan.

Pengembangan Proram kewirausahaan dimaksudkan untuk:

a)    menumbuhkan dan mengembangkan Wirausaha baru melalui suatu sistem dengan mendorong dan memfasilitasi sarjana dan pemuda terdidik untuk menjadi Wirausaha melalui pembibitan,penempaan dan pengembangan.

b)    memaksimalkan peran: Pemerintah, perguruan tinggi, badan usaha milik Negara (BUMN), perbankan, asosiasi dan dunia usaha dalam memberikan dukungan guna menciptakan kewirausahaan.

 

Tujuan Program untuk:

a)    menumbuhkan dan mengembangkan wirausaha dari kalangan sarjana dan pemuda terdidik sehingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat dan lingkungannya;

b)    mengoptimalkan pendayagunaan sumberdaya manusia terdidik dengan memanfaatkan teknologi dan sumberdaya lokal yang memiliki keunggulan kompetitif; dan

c)        meningkatkan jumlah sarjana dan pemuda terdidik wirausaha yang mandiri, berkualitas, tangguh, dan handal dalam menggerakkan perekonomian daerah.

 

Sasaran Program adalah:

a)    meningkatnya jumlah sarjana wirausaha yang mandiri, berkualitas, tangguh, dan handal serta mampu menciptakan lapangan kerja bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan lingkungannya;

b)    berkembangnya usaha produktif, baik melalui perorangan maupun koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah atau kelompok yang berbasis sumberdaya lokal;

c)        meningkatnya kualitas sumberdaya manusia koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah;

d)    meningkatnya produktivitas dan daya saing usaha; dan

e)    mengurangi penangguran dan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Mekanisme Pelaksanaan Program meliputi:

a).  Pembibitan Wirausaha: menanamkan nilai profesionalisme, pola pikir, mindset menjadi risk taker, dan menemukan serta mencari calon-calon wirausaha.

b).  Penempaan Wirausaha: membekali dan memperkuat  calon wirausaha melalui pelatihan, technopreneur, Marketingpreneur, sociopreneur, trevelpreneur;

c). Pengembangan Usaha: melalui proses inkubator, mentoring, coaching, accelerator, kolaborasi, dan partnership.

Mekanisme pelaksanaan kegiatan Program meliputi:

a)    penyediaan dana kegiatan Program yang bersumber dari APBD dan APBN;

b)    pembentukan tim kerja Program;

c)        sosialisasi Program;

d)    Identifikasi Sarjana dan Pemuda Terdidik yang menjadi sasaran Program;

e)    seleksi dan rekrutmen dari  lembaga/instansi/skpd yang memiliki Program;

f)        pelatihan Pelatih (Training of Trainer)  atau penyediaan fasilitator penggerak kewirausahaan Sarjana dan Pemuda Terdidik;

g)    Sertifikasi pelatih/fasilitator/pendamping wirausaha

h)    Pelatihan kewirausahaan bagi sarjana dan pemuda terdidik mengenai karakteristik kewirausahaan, tata cara mengelola modal usaha, manajemen keuangan usaha, dan manajemen pemasaran.

i)       pemberian dukungan pascapelatihan (after training support) melalui layanan tutorial penyusunan rencana usaha dan mentoring wirausaha;

j)       dukungan Program melalui pembinaan lanjutan dalam bentuk bantuan Hibah untuk modal usaha, fasilitasi pemasaran, mentoring manajemen usaha, dan pemagangan; dan

k)     monitoring dan evaluasi

Dengan gambaran umum di atas diharapkan pola pengembangan kewirausahaan di tanah air dapat lebih terarah dan mencapai tujuannya.

(Bahrul ulum Ilham/Direktur Makassarpreneur)

 

Add comment


Security code
Refresh

Online Support

Bappeda Sosialisasi Pengembangan UMKM Lorong

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kota Makassar menggelar sosialisasi pengembangan usaha mikro dan industri rumah tangga lorong melalui klinik bisnis terpadu (KBT).

Acara yang diikuti sekitar seratus orang peserta ini dilaksanakan di Hotel Mercure Makassar, Senin (23/5). Acara dibuka secara resmi oleh Ismunandar, Staf Ahli walikota bidang peningkatan kualitas manusia. Hadir pula Sekretaris Bappeda Nur Kamarul Zaman dan kepala bidang ekonomi Muhammad Asfat.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Bahrul ulum dari Makassarpreneur, Muh. Nurfitrani dari PLUT KUMKM Sulsel, Dr. Andi Nur Bau Massepe (akademisi Unhas) dan Dr. Mukhlis Sufri (UMI Makassar), dengan dipandu Dr. Johansyah dari Bappeda Makassar.

 

Dalam sambutannya Ismunandar mengatakan, pemberdayaan ekonomi  lorong merupakan program unggulan Pemkot Makassar dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Ibarat sel dalam tubuh, lorong menjadi basis kekuatan perekonomian dengan memperkuat industri atau usaha mikro dan kecil berbasis lorong, tambahnya.

Read more text

Komentar Terbaru

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini136
mod_vvisit_counterMinggu ini136
mod_vvisit_counterBulan ini136
mod_vvisit_counterSemua hari373804

We have: 76 guests online
IP Anda: 54.198.0.187
 , 
Today: Agus 18, 2017