• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
home : Artikel : Entrepreneurship : Mengawal Program Wirausaha Desa
Mengawal Program Wirausaha Desa PDF Cetak E-mail
Entrepreneurship
Sabtu, 15 November 2014 12:30

Pemerintah Sulawesi Selatan mulai tahun 2014 ini melaksanakan program penciptaan wirausaha muda pada tiap desa. Program unggulan Pemprov Sulsel sekaligus realisasi janji kampanye pasangan Sayang ini menargetkan 20 wirausahawan muda tiap desa selama lima tahun atau 100 wirausaha baru per desa. Untuk menunjang pencapaian target tersebut, Pemprov menyelenggarakan diklat wirausaha baru dan memberikan paket bantuan modal yang diatur dalam Pergub No. 10 tahun 2014 tentang diklat kewirausahaan dan penghargaan wirausaha di Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam Pergub disebutkan, program wirausaha desa bertujuan untuk mendorong pemuda menjadi wirausaha dengan penyediaan modal kerja sebagai stimulus dalam pengembangan usaha ekonomi produktif yang digerakkan oleh pemuda desa/kelurahan. Sasaran target pencapaian wirausaha yaitu sebanyak 20 orang (1 Kelompok) per desa/ kelurahan dari 3.023 desa/kelurahan di Sulsel, sehingga akan tercapai 60.460 orang per tahun atau tercapai 302.300 orang dalam 5 tahun dengan 15.115 kelompok usaha ekonomi produktif.

Pemprov Sulsel melalui Dinas Koperasi dan Usaha kecil Menengah (UKM) Sulsel pada tahun 2014 akan menggelontorkan bantuan modal usaha senilai Rp. 14 Miliar dari APBD untuk program wirausaha desa. Anggaran ini untuk pelaksanaan Diklat Trainer of Facilitator (ToF), pengadaan buku panduan/starter kit, pendampingan usaha, biaya pokja dan tim independen, bantuan modal kepada 500 kelompok usaha sebesar Rp. 10 juta per kelompok untuk tahun 2014 serta biaya monitoring dan evaluasi (monev).

Dalam pelaksanaannya, program wirausaha desa pemprov Sulsel menjadikan modul kewirausahaan yang dikembangkan lembaga buruh internasional (ILO), yakni “Start and Improve Your Business” sebagai panduan peserta.  Selain itu peserta yang nantinya berperan sebagai pendamping di kelompok usaha masing-masing dibekali materi seputar teknik fasilitasi dan pendampingan UMKM, Pembelajaran Orang Dewasa (POD), Tata cara pendirian koperasi, Praktek pembukuan sederhana dan Motivasi kewirausahaan.

Journey of entrepreneur

Program Pemprov Sulsel mendorong dan menumbuhkan minat berwirausaha kalangan pemuda di desa patut diapresiasi. Melalui program ini pula diharapkan dapat membangun jiwa dan semangat berwirausaha bagi kalangan masyarakat, khususnya generasi muda merupakan salah satu upaya dalam menciptakan dan membuka lapangan kerja baru, baik untuk dirinya sendiri (job creator) maupun diharapkan mampu memberi kesempatan kerja bagi orang lain (job givers).

Kita menyambut baik program wirausaha Pemprov karena mengutamakan pemuda dan berbasis desa. Dalam isu kewirausahaan, golongan pemuda memang perlu memperoleh perhatian khusus. Selain sebagai nafas zaman, kaum mudalah yang senatiasa menjadi incaran pemasaran sebagai segmen pasar potensial. Posisi pemuda juga strategis dan khas secara budaya dan kondisi fisik serta emosional. Para pemudalah juga yang nanti mengalami masa “bonus demografi”, menghadapi persaingan global, serta paradigma kehidupan yang baru.

Wirausaha berbasis desa menjadi keniscayaan melihat masih banyaknya kemiskinan, sementara potensi sumber daya alam melimpah. Solusinya terletak pada kemauan dan kemampuan masyarakat, terutama pemuda di desa. Kemauan harus ada dan kemampuan bisa dilatih dan ditingkatkan secara continue sehingga para pemuda desa mau dan mampu bangkit, mengolah dan mengoptimalkan potensi desanya.

Patut dicatat, kewirausahaan adalah salah satu aktivitas penghidupan (life skills) yang dampaknya luar biasa dan mempunyai daya-ungkit (leverage) yang tinggi. Aktivitas tersebut berawal dari adanya kultur (nilai-nilai, sikap, dan perilaku) yang tertanam dalam individu yang bersangkutan maupun lingkungannya sehingga prosesnya tidaklah instan.

Entreprenership adalah sebuah perjalanan (journeys), setelah tertanamnya kultur kewirausahaan, perjalanan kewirausahaan akan diteruskan dengan adanya kesadaran (awareness) tentang pentingnya kewirausahaan; terbentuknya embrio wirausaha (nascent entrepreneurs) yang secara sadar berani mencoba-coba usaha bisnisnya sesuai minat, bakat, dan potensi mereka; dan tekad dan action untuk menjadi Wirausaha Muda Pemula/WMP (start-up entrepreneurs) dengan segala risiko yang sudah dipertimbangan.

Disisi lain, tumbuhnya semangat dan kualitas kewirausahaan ini sangat bergantung pula pada lingkungan makro. Pemerintah dan masyarakat berperan menciptakan iklim investasi yang kondusif, peraturan persaingan usaha yang sehat, penegakan hukum yang konsisten dan tidak pandang bulu, serta modal sosial yang kuat. Bila tidak, walaupun melahirkan banyak pengusaha maka yang lahir sesungguhnya adalah “wirausahawan semu” yang muncul tak lebih karena mental korup, dekat dengan kekuasaan atau karena nepotisme dan kolusi.

Mengawal Program

Program wirausaha desa Pemprov Sulawesi Selatan seharusnya didukung dan dikawal berbagai pihak. Program ini semoga menjadi momen strategis untuk menggerakkan sinergi berbagai pemangku kepentingan di Sulawesi Selatan dan menjadi strategi jangka panjang untuk mengintegrasikan pembelajaran kewirausahaan antara berbagai pihak baik pemerintah, akademisi, dunia usaha, asosiasi, maupun tokoh masyarakat.

Belajar dari beberapa program, berbagai instansi pemerintah maupun swasta dalam melaksanakan program pembentukan kewirausahaan kadang menunjukkan tidak adanya suatu kesamaan pandangan baik misi dan visi sehingga terjadi pelaksanaan program berjalan sendiri-sendiri dan tidak terintergrasi antara instansi pemerintah. Akibatnya sumber dana yang keluar dalam jangka panjang dapat dikatakan “sia-sia” atau belum dirasakan manfaatnya secara kesinambungan.

Kita berharap program wirausaha desa Pemprov dapat menjawab kebutuhan akan tersedianya sejumlah wirausaha baru (entrepreneur) yang unggul melalui perencanaan yang jelas, langkah-langkah yang konkrit, konsisten dalam penyelenggaraan serta didukung semua pihak. Program penciptaan wirausaha baru yang tangguh dapat dilakukan melalui penciptaan iklim yang mampu menanamkan budaya wirausaha sehingga mendorong minat para pemuda untuk berwirausaha. Selain itu, pada tataran operasional dapat ditempuh pola inkubasi bisnis melalui pelatihan dan pendampingan secara berkelanjutan.

Karena itu dalam program wirausaha desa sangat penting melakukan rekrutmen secara tepat calon wirausaha yang akan dilatih, menyiapkan perangkat modul materi yang handal, penyusunan model business plan yang sederhana, pemberian materi kewirausahaan yang praktis dan menarik, serta dukungan pasca pelatihan, baik melalui mentoring maupun magang. Adapun pemberian modal hanya sebatas stimulus yang seharusnya dilakukan seleksi secara ketat dan tepat sasaran oleh tim independen.

Kita juga berharap program wirausaha desa tidak dijalankan melalui pendekatan proyek, sehingga program tersebut berjalan sebatas masa proyeknya. Dalam hal ini pemerintah sendiri harusnya sudah mempersiapkan tindakan yang harus dilakukan pasca program yang terpadu dalam pemberdayaan koperasi dan UMKM dengan melibtakan berbagai stakeholder, berkesinambungan, dan dilaksanakan penuh komitmen.Semoga. (Bahrul ulum Ilham/Direktur LPB Makassarpreneur)

 

Add comment


Security code
Refresh

Online Support

Bappeda Sosialisasi Pengembangan UMKM Lorong

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kota Makassar menggelar sosialisasi pengembangan usaha mikro dan industri rumah tangga lorong melalui klinik bisnis terpadu (KBT).

Acara yang diikuti sekitar seratus orang peserta ini dilaksanakan di Hotel Mercure Makassar, Senin (23/5). Acara dibuka secara resmi oleh Ismunandar, Staf Ahli walikota bidang peningkatan kualitas manusia. Hadir pula Sekretaris Bappeda Nur Kamarul Zaman dan kepala bidang ekonomi Muhammad Asfat.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Bahrul ulum dari Makassarpreneur, Muh. Nurfitrani dari PLUT KUMKM Sulsel, Dr. Andi Nur Bau Massepe (akademisi Unhas) dan Dr. Mukhlis Sufri (UMI Makassar), dengan dipandu Dr. Johansyah dari Bappeda Makassar.

 

Dalam sambutannya Ismunandar mengatakan, pemberdayaan ekonomi  lorong merupakan program unggulan Pemkot Makassar dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Ibarat sel dalam tubuh, lorong menjadi basis kekuatan perekonomian dengan memperkuat industri atau usaha mikro dan kecil berbasis lorong, tambahnya.

Read more text

Komentar Terbaru

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini289
mod_vvisit_counterMinggu ini289
mod_vvisit_counterBulan ini289
mod_vvisit_counterSemua hari373957

We have: 102 guests online
IP Anda: 107.22.63.172
 , 
Today: Jun 26, 2017