• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
home : Artikel : Entrepreneurship : 2013 : Tahun Percepatan dan Pengembangan Kewirausahaan Nasional
2013 : Tahun Percepatan dan Pengembangan Kewirausahaan Nasional PDF Cetak E-mail
Entrepreneurship
Minggu, 30 Desember 2012 15:02

Tahun 2012 yang segera berlalu memberikan sejumlah catatan, baik itu berupa prestasi, kegagalan maupun stagnasi. Di bidang ekonomi, pertumbuhan ekonomi cukup positif di tengah ketidakpastian ekonomi global. Demikian halnya gerakan pengembangan kewirausahaan di tahun 2012 yang perlu mendapat apresiasi positif.

Sepanjang tahun 212, gerakan pembudaayaan kewirausahaan begitu massif dilakukan. Pemerintah melalui berbagai kementerian, pihak swasta, NGO dan lembaga internasional mengembangkan berbagai program terkait kewirausahaan. Hal ini tidak terlepas dengan makin terbagunnya kesadaran, sebagaimana diungkap Wapres Budiono bahwa para wirausahawan (enterpreneurs) adalah para pemimpin bangsa yang membawa perubahan dan pembaharuan. Peran mereka sangat strategis dalam pembangunan ekonomi. Bahkan sesungguhnya, peran kewirausahaan sangat dibutuhkan di berbagai bidang untuk melakukan pembaharuan di negeri ini.

Secara statistik, setahun gerakan kewirausahaan nasional sepanjang tahun 2012 menurut Kementerian Koperasi dan UKM mencatatkan peningkatan 0,45 persen menjadi 1,56 persen. BPS mencatat sudah ada 3,744 orang wirausaha di tanah air. Meskipun demikian,jumlah wirausahawan di Indonesia ini masih kecil bila dibandingkan dengan negara-negara lain. Untuk kategori yang sama, Malaysia mencatat angka 4 persen, Thailand 4.51 persen dan Singapura 7.2 persen.  Belum lagi bila melihat  dari segi kualitas entrepreneur kita atau daya saingnya di pentas global.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) nasional mengungkapkan bahwa jumlah wirausahawan adalah sebanyak 55,53 juta UMKM dan sekitar 54 juta diantaranya adalah usaha mikro. Peningkatan jumlah UMKM berjalan sebanding dengan peningkatan penyerapan tenaga kerja oleh UMKM, jika diasumsikan setiap pelaku UMKM rata-rata memiliki 2 hingga 4 orang tenaga kerja, maka tambahan serapan tenaga kerja oleh UMKM diperkirakan sebesar 15 juta orang.

Mempertimbangkan perubahan lingkungan global, berbagai potensi dan keunggulan yang dimiliki, serta tantangan pembangunan yang harus dihadapi, Indonesia memerlukan suatu transformasi ekonomi berupa percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi menuju negara maju sehingga Indonesia dapat meningkatkan daya saing sekaligus mewujudkan kesejahteraan untuk seluruh rakyat Indonesia.

Belajar dari pengalaman negara-negara maju di dunia, ternyata salah satu faktor kunci untuk mempercepat pembangunan ekonomi dan daya saingnya adalah kewirausahaan.  Hal ini sebenarnya telah dikemukakan oleh  Schumpeter (1934) bahwa entrepreneurship in driving force behind economic growth.

Memasuki tahun 2013 seyogyanya gerakan kewirausahaan diarahkan pada upaya percepatan dan pengembangan untuk menopang ekonomi nasional lebih kuat lagi. Oleh karena itu penumbuhan dan pengembangan kewirausahaan di Indonesia juga tidak dapat dilakukan dengan cara business as usual, tetapi diperlukan terobosan dan percepatan untuk mengejar ketertinggalan.

Kini di depan mata kita tak lama lagi memasuki penetapan ASEAN Economic Communtiyi (AEC) yang akan dicanangkan pada tahun 2015. Pada AEC tersebut, seluruh negara anggota ASEAN akan dibebaskan dari tarif impor, sehingga sekat sekat antar negara seakan menghilang dan akan membanjirnya jutaan komoditi dari luar negeri berupa produk-produk maupun tenaga kerja/ jasa.

Bila kita tidak bergerak lebih cepat melakukan pembenahan, maka seluruh daerah di tanah air akan tertinggal 2015 nanti. Indonesia hanya akan menjadi pasar besar yang dibanjiri produk asing. Kenyataan ini haruslah menjadi cambuk bagi seluruh stakeholder kewirausahaan untuk menyiapkan entrepreneur-entrepreneur muda yang berkompeten dan berdaya saing unggul di pentas global. Mari sambut tahun 2013 dengan upaya lebih kuat lagi memasyarakatkan kewirausahaan dan mewirausahakan masyarakat, terutama dikalangan generasi muda. (Bui)

 

 

Add comment


Security code
Refresh

Online Support

Pemkot Makassar Bentuk Investmen Center

Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal menggelar diskusi membahas pengembangan potensi unggulan daerah dalam rangka pembentukan pusat investasi (investment centre) bintang lima, Selasa (26/4/2016).

Diskusi yang berlangsung di Karaeng Room Hotel Santika Makassar itu dihadiri sejumlah stakeholder, dengan narasumber Keua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel, Zulakrnai Arif, Konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Sulsel yang juga Direktur Makassarpreneur, Bahrul ulum dan Pengamat Ekonomi Unhas, DR. Marzuki, DEA

Kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Makassar Taufiek Rachman mengatakan, investement centre merupakan ide Walikota Makassar, Danny Pomanto yang bertujuan meningkatkan pererkomian masyarakat. Investment forum ini diharapkan akan mengembalikan kejayaan Makassar sebagai hub untuk Kawasan Indonesia Timur (KTI).

Read more text

Komentar Terbaru

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini201
mod_vvisit_counterMinggu ini201
mod_vvisit_counterBulan ini201
mod_vvisit_counterSemua hari373869

We have: 85 guests online
IP Anda: 54.156.58.187
 , 
Today: Sep 22, 2017