• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
home : Artikel : Bisnis & Ekonomi : REKOMENDASI AKHIR TAHUN MAKASSARPRENEUR
REKOMENDASI AKHIR TAHUN MAKASSARPRENEUR PDF Cetak E-mail
Bisnis & Ekonomi
Kamis, 25 Desember 2014 00:00

Rekomendasi Akhir Tahun Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Makassarpreneur

Bidang Ekonomi

—Akselerasi Pengentasan Kemiskinan Berbasis Entrepreneurship—

Tak terasa kita telah berada di penghujung tahun 2014. Berbagai peristiwa telah terjadi di Indonesia selama tahun 2014 ini. Beberapa  peristiwa penting untuk ditelaah kembali menyangkut bidang politik, ekonomi, berbagai aktivitas dan kebijakan DPR/MPR, Presiden, Wakil Presiden maupun Kabinet.

Politik tahun 2014 merupakan tensi politik tertinggi sejak 2009. Adanya dua pemilihan umum (pemilu), pemilu legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres), semakin menambah panas konstelasi politik nasional. Head to head dua calon presiden (capres) membuat faksi-faksi politik sangat kental, tidak hanya dikalangan elite, namun sampai ke masyarakat bawah.

Pencabutan subsidi BBM diawal pemerintahan Jokowi-JK menjadi kado pahit bagi rakyat. Kenaikan harga BBM niscaya selalu berdampak pada segala sektor, termasuk harga pangan, transportasi, dan lain sebagainya. Kenaikan BBM di berbagai rezim pemerintahan memberikan  pelajaran berharga  bahwa kenaikan harga BBM bersubsidi akan berkontribusi pada inflasi,  meningkatkan jumlah masyarakat miskin, harga barang-barang naik, daya beli masyarakat menurun, bertambahnya jumlah pengangguran serta jumlah usaha kecil akan menurun akibat mereka semakin terpukul dari penambahan beban biaya produksi.

Pengkajian dan analisis terhadap persoalan-persoalan tersebut menjadi sangat urgen bagi bagi bangsa ini untuk menyusun agenda kedepan. Yaitu sebuah agenda yang ditujukan untuk mengangkat kejayaan bangsa, utamanya mensejahterahkan rakyat Indonesia.

Kita berharap, berbagai peristiwa, gonjang ganjing maupun kebijakan pemerintah, politisi serta para elite di negeri ini dapat dijadikan pembelajaran untuk kebaikan di bangsa ini di masa mendatang. Tujuannya agar masalah yang dihadapi bangsa akan berputar di situ-situ juga. Diantara retorika sosial pemerintah, libido kepentingan partai, syahwat kekuasaan para elit, dan realitas kumuh kehidupan rakyat.

Salah satu masalah utama dan menjadi agenda pemerintah adalah pengentasan kemiskinan. Berdasarkan data BPS, pada tahun 2014 jumlah penduduk miskin mencapai 28,28 juta jiwa atau mencapai 11,25 persen dari jumlah penduduk.Meskipun secara presentase jumlah penduduk miskin cederung menurun, namun secara ril jumlah penduduk miskin terus bertambah,setidaknya sejak tahun 2013. Pada tahun 2013 penduduk miskin tercatat 11,37 persen dengan jumlah mencapai 28,07 juta jiwa.

Pada tahun 2015 jumlah penduduk miskin diprediksikan mencapai 30,25 juta orang atau sekitar 12,25 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Presiden Direktur Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini mengatakan kenaikan jumlah penduduk miskin ini dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk kenaikan harga BBM, inflasi, dan pelemahan dolar.

Dengan kondisi di atas, perlu analisa ulang perspektif kebijakan ekonomi. Kebijakan ekonomi tidak lagi memadai hanya dengan prosedur normal apalagi secara alami, tetapi juga akselerasi. Makassarpreneur memandang, diperlukan langkah konkrit akselerasi pengentasan kemiskinan, pembukaan lapangan kerja, dan pengembangan semangat berwirausaha masyarakat.

Tidak ada bangsa yang sejahtera dan dihargai bangsa lain tanpa kemajuan ekonomi. Kemajuan ekonomi akan dapat dicapai jika ada spirit entrepreneurship, semangat kewirausahaan, yang kuat dari warga bangsanya. Tanpa entrepreneurship sumber energi, komoditi dan mineral yang melimpah di Indonesia tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan rakyat

Akselerasi pengentasan kemiskinan ini membutuhkan prasyarat utamanya adalah kebijakan ekonomi yang sungguh-sungguh berpihak kepada rakyat. Bukan hanya hendak berpihak atau pura-pura berpihak kepada rakyat, apalagi berpihak kepada yang anti-rakyat. Juga bukan hanya atas nama rakyat. Berpihak kepada rakyat bermakna dari, oleh, dan untuk rakyat. Kebijakan itu harus berdasar kondisi, kebutuhan, dan harapan rakyat, jadi memang dari rakyat, bukannya melawan rakyat. Kebijakan itu harus meleluasakan rakyat untuk terlibat, baik berpartisipasi maupun berinisiatif, bukannya meminggirkan rakyat. Dan, kebijakan itu harus mensejahterakan rakyat, memang untuk rakyat, bukannya menyengsarakan rakyat.

Makassarpreneur sebagai wadah berhimpun generasi muda kota Makassar untuk pemberdayaan segenap potensi pemuda dan pegembangan semangat kewirausahaan, dengan ini memberikan rekomendasi akhir tahun sebagai berikut :

  1. Rencana pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas pemerintahan Jokowi-JK agar mengutamakan infrastruktur dasar yang akan sangat membantu kalangan tak berdaya , misalnya  infrastruktur untuk sanitasi, irigasi, pendidikan, kesehatan, dan pasar-pasar.
  2. Perlunya akselerasi pengentasan kemiskinan yang integratif dan terkoordinasi dengan seluruh pihak/lembaga terkait, terutama kemiskinan di desa-desa yang secara relatif persentase jumlah penduduk miskin di desa jauh lebih tinggi daripada di kota, yakni 14,4 persen berbanding 8,5 persen.
  3. Pemerintah membuka lapangan kerja seluas-luasnya, juga mendorong dan mendukung peningkatan partisipasi dan inisiatif masyarakat dalam pembukaan lapangan kerja
  4. Penegakan kedaulatan ekonomi bangsa dengan menghentikan ketergantungan pada pinjaman luar negeri, dan menghentikan penjualan aset-aset strategis milik negara ke perusahaan asing.
  5. Melakukan revitalisasi kelembagaan pengembangan kewirausahaan, pembudayaan kewirausahaan, dan peningkatan peran pemerintah pusat dan daerah, lembaga keuangan, perguruan tinggi serta para pemangku kepentingan lainnya (stakeholders) secara terintegrasi dan terpadu.
  6. Mengharmoniskan dan menyinergikan fungsi dan peran Tripple Helix (pemerintah, pelaku usaha dan perguruan tinggi) yang didukung oleh peran serta masyarakat (community) untuk menumbuhkembangkan wirausaha mandiri dan berdaya saing.
  7. Mendidik masyarakat untuk berwirausaha, mengaktifkan kembali pelatihan-pelatihan kewirausahaan untuk mendidik masyarakat agar membuka usaha dan tidak bergantung pada lowongan kerja yang terbatas sehingga ia yang justru membuka lapangan kerja.
  8. Perlunya sinergi, koordinasi dan peran serta semua pihak mulai dari keluarga, lingkungan sekolah, masyarakat serta pemerintah dalam upaya melahirkan enterpreneur-entrepreneur muda di tanah air.
  9. Sistem pendidikan kita tidak mendorong daya inovasi dan kreatifitas yang merupakan modal utama seorang wirausahawan. Sistem pendidikan yang hanya fokus pada penciptaan tenaga kerja, bukan menciptakan enterpreneur-enterpreneur potensial haris dibenahi.
  10. Pemberdayaan SDM wirausaha melalui penguatan program pendidikan formal dan informal untuk penguatan aspek pengetahuan (knowledge), keterampilan(psikomotorik atau skill), dan penguatan sikap mental (afektif) kewirausahaan.
  11. Gerakan kewirausahaan yang saat ini menjadi trend hendaknya ada kesinambungan dan dilakukan secara integratif. Beberapa cacatan kritis terhadap berbagai program yang dijalankan pemerintah. Berbagai program tersebut dijalankan melalui pendektan proyek, sehingga program tersebut berjalan sebatas masa proyeknya. Begitu masa proyeknya selesai, maka program tersebut dilepas begitu saja. Perhatian para pelaksana atau instansi yang melaksanakan program tersebut hanya terjadi selama masa proyek, sehingga tidak menjamin adanya keberlanjutan dari usaha pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah.


Makassar, 2
6 Desember 2014

Lembaga Pengembangan Bisnis
Makassarpreneur-Indonesia


Direktur Eksekutif                    Sekretaris Eksekutif


Bahrul ulum Ilham                        Rahmatia Nuhung

081342647080      081342955757

 

 

Add comment


Security code
Refresh

Online Support

Bappeda Sosialisasi Pengembangan UMKM Lorong

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kota Makassar menggelar sosialisasi pengembangan usaha mikro dan industri rumah tangga lorong melalui klinik bisnis terpadu (KBT).

Acara yang diikuti sekitar seratus orang peserta ini dilaksanakan di Hotel Mercure Makassar, Senin (23/5). Acara dibuka secara resmi oleh Ismunandar, Staf Ahli walikota bidang peningkatan kualitas manusia. Hadir pula Sekretaris Bappeda Nur Kamarul Zaman dan kepala bidang ekonomi Muhammad Asfat.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Bahrul ulum dari Makassarpreneur, Muh. Nurfitrani dari PLUT KUMKM Sulsel, Dr. Andi Nur Bau Massepe (akademisi Unhas) dan Dr. Mukhlis Sufri (UMI Makassar), dengan dipandu Dr. Johansyah dari Bappeda Makassar.

 

Dalam sambutannya Ismunandar mengatakan, pemberdayaan ekonomi  lorong merupakan program unggulan Pemkot Makassar dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Ibarat sel dalam tubuh, lorong menjadi basis kekuatan perekonomian dengan memperkuat industri atau usaha mikro dan kecil berbasis lorong, tambahnya.

Read more text

Komentar Terbaru

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini108
mod_vvisit_counterMinggu ini108
mod_vvisit_counterBulan ini108
mod_vvisit_counterSemua hari373776

We have: 44 guests online
IP Anda: 54.145.64.172
 , 
Today: Jul 23, 2017