• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
home : Artikel : Bisnis & Ekonomi : Tips Bisnis dengan Moko (Mobil Toko)
Tips Bisnis dengan Moko (Mobil Toko) PDF Cetak E-mail
Bisnis & Ekonomi
Sabtu, 05 Mei 2012 07:58

Jualan dengan mobil toko (moko) menjadi alternatif menjalankan bisnis saat ini. Alasan kepraktisan dan fleksibilitas cara berdagang, serta biaya murah dibandingkan beli/sewa ruko menjadikan binis dengan moko sebagai alternatif berwirausaha. Bisnis dengan moko juga didukung tren di kota-kota besar  dimana semakin banyak aktifitas warga berbasis komunitas, juga peluang pusat-pusat kegiatan bisnis yang keramaiannya berlangsung singkat.

Peluang bisnis dengan moko di Sulsel erbuka lebar karena Gubernur Syahrul Yasin Limpo telah meluncurkan mobil lokal  mokotipe n-1 rindra tetta. Moko ini segaja  didesain seperti mobil box pada umumnya, namun bila box belakang dibuka, maka akan tampak rak-rak yang disusun rapi yang terbuat dari plat alumunium berkelas. Kendaraan yang dibanderol dengan kisaran 65 juta/unit sangat cocok menjadi kendaraan bisnis anda. Berikut beberapa tips bagi anda yang akan menjalankan bisnis dengan mobil toko (moko)

Menyiapkan Moko
Untuk menyiapkan moko anda  bisa menggunakan mobil pribadi, juga bisa memanfaatkan mobil yang memang didesain khusus untuk berjualan seperti moko tipe rindra tetta. Moko desain khusus ini memudahkan karena anda tidak perlu repot lagi memikirkan display untuk barang dagangan.

Banyak jenis dan tipe moko. Umumnya berupa kendaraan mobil boks atau mobil bak terbuka yang kemudian didesain khusus untuk berjualan. Ada moko dibuat dengan desain sederhana dengan hanya ‘menempelkan’ sejenis etalase di atas mobil, ditambah tiang-tiang penyangga dan kain terpal. Ada pula yang bergaya kafe, bahkan di ada moko paling seru berupa bus besar di Bandung yang menjadi distributor outlet (distro). Tentunya keunikan, kualitas dan pertimbangan biaya harus diperhatikan dlam menyipakan moko.

Survei Lokasi
Menggeluti bisnis dengan moko sangat bergantung bagaimana memilih lokasi strategis. Lakukan survey untuk melihat “selling point”, yaitu di mana konsumen biasa mangkal atau tempat strategis mana yang biasa dilalui konsumen. Untuk itu, anda harus menyeimbangkan antara produk dengan target dan segmen penjualan, sehingga penjualan tidak salah sasaran. Tempat yang strategis untuk menjalankan moko tentu disesuaikan dengan produk yang dijual, misalnya kalau alat rumah tangga sasarannya di daerah perkampungan atau perumahan. Untuk usaha makanan menjangkau tempat yang jauh dari selling point atau tempat jualan makanan.

Pada dasarnya tempat yang strategis adalah tempat di mana ditemukan tingkat mobilitas masyarakat yang tinggi. Tempat strategis dalam hal ini bukan hanya menyangkut potensi keramaiannya yanga ada, tapi juga menyangkut waktu yang paling tepat. Beberapa ruas jalanyang ramai kendaraan dan banyak perkantoran misalnya punya potensi bisnis moko kuliner, terutama untuk makan siang karyawan. 

Aspek Legalitas dan Peizinan
Aspek legalitas dan izin usaha harus juga mendapatkan perhatian. Anda harus mencari informasi terkait legalitas tempat atau izin dari pemerintah setempat. Biasanya anda harus membayar biaya parkir atau sewa tempat. Tentu sangat baik bila tempat anda memang diperuntukkan khusus untuk bisnis moko, pedagang kaki lima atau semacam pujasera. Terkait perizinan, biasanya moko tidak harus melewati perizinan secara khusus. Izin usaha pada umumnya mensyaratkan domisili usaha, jadi untuk konsep moko izinnya hanya diberikan kepada induk usahanya. Jangan berdagang di lahan parkir dan hindari lokasi rawan gusur. Uruslah izin kir (izin kendaraan sesuai fungsinya).

Supaya Konsumen Selalu Mampir
Beberapa tips bisa anda lakukan agar pelanggan selalu singgah di moko anda. Aspek pentingnya terkait kebersihan moko dan daerah sekitarnya. Bila bisnis anda kuliner, perhatikan sisa makanan yang berpotensi mengganggu kebersihan. Bawa dari rumah persediaan air bersih untuk mencuci alat makan, sebagai persiapan jika ada hambatan di sumber air bersih yang biasa dipakai.

Ciptakan display moko anda dengan dagangan yang bersih dan menarik. Pilih bahan berkualitas baik untuk konstruksi, agar bisa tahan lebih lama. Tentu lebih baik bila moko anda memang yang telah didesain khusus. Bila pakai mobil terbuka, siasati cuaca panas dan hujan deras dengan tenda berkualitas baik.

Terkait produk, ciptakan kreasi produk yang unggul dan berbeda. Bila produk makin dikenal, moko Anda akan dicari meski sudah pindah lokasi. Jangan lupa untuk menjalin solidaritas dengan sesama pedagang, terutama di lokasi berjualan yang jangka panjang. Selamat mencari duit dengan moko. (Bahrul ulum/dimuat di Tabloid Info Panakukang, Edisi 07/Th.1/maret 2012)

 

 

Add comment


Security code
Refresh

Online Support

Pemkot Makassar Bentuk Investmen Center

Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal menggelar diskusi membahas pengembangan potensi unggulan daerah dalam rangka pembentukan pusat investasi (investment centre) bintang lima, Selasa (26/4/2016).

Diskusi yang berlangsung di Karaeng Room Hotel Santika Makassar itu dihadiri sejumlah stakeholder, dengan narasumber Keua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel, Zulakrnai Arif, Konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Sulsel yang juga Direktur Makassarpreneur, Bahrul ulum dan Pengamat Ekonomi Unhas, DR. Marzuki, DEA

Kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Makassar Taufiek Rachman mengatakan, investement centre merupakan ide Walikota Makassar, Danny Pomanto yang bertujuan meningkatkan pererkomian masyarakat. Investment forum ini diharapkan akan mengembalikan kejayaan Makassar sebagai hub untuk Kawasan Indonesia Timur (KTI).

Read more text

Komentar Terbaru

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini97
mod_vvisit_counterMinggu ini97
mod_vvisit_counterBulan ini97
mod_vvisit_counterSemua hari373765

We have: 26 guests online
IP Anda: 54.167.253.186
 , 
Today: Nov 19, 2017