• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
home : Catatan Perjalanan : Menata PKL, Contohlah Kota Solo
Menata PKL, Contohlah Kota Solo PDF Cetak E-mail
Oleh Bahrul Ulum   
Selasa, 03 April 2012 14:52

Disela kegiatan kami mengikuti bimbingan dan konsultasi standar kompetensi konsultan/LPB di Fave Hotel Solo, 27 Maret-1 April 2012, kami manfaatkan pula untuk jalan-jalan melihat kota yang menjadi pusat batik nasional. Selain melihat langsung sentra kerajinan batik dan budaya lokal setempat, yang menarik perhatian saya justru penataan PKL (pedagang kami lima) yang dilakukan pemkot setempat.

Kunjungan saya ke Solo merupukan yang ketiga, setelah terakhir tahun 2002 lalu. Tampak nyata perubahan di kota Solo yang berkembang menjadi kota moderen namun tetap mempertahankan tradisi Jawa-nya. Harus diakui, Jokowi, walikota Solo yang menjadi buah bibir di tanah air ini telah berhasil membawa Solo makin nyaman dan berkesan.

Bukan hanya keramahan warganya, Kota Solo adalah bukti nyata keperpihakan Pemkot pada ekonomi kecil dan sebaliknya bukan kepada para Kapitalis. Di Solo, sentra kerajinan batik rakyat seperti kampung Laweyan dan kampun Kauman menjadi daya tarik wisata dalam bentuk citywalk .

Bila di kota-kota lain banyak pasar tradisional jadi mall, di Solo justru pasar tradisional makin eksis menggerakkan ekonomi rakyat. Bukan hanya pasar Klewer yang melegenda, pasar-pasar tua dan tradisional lainnya tetap eksis. Di Solo misalnya ada Pasar Klithikan, pasar khusus PKL yang menjual barang bekas, ada jugaPasar Gedhe Hardjonegoro yang lebih modern yang menjadi ikon kota, dll.

Di kota Solo, kita akan melihat penataan PKL dan pedagang kecil lainnya dengan rapi dan tidak menambah kesemrawutan kota. PKL di Solo tidak hanya dipandang sebagai penghambat jalan atau membuat kotor kota, tetapi juga diperdayakan sebagai penggerak ekonomi rakyat. Oleh Jokowi, PKL dan pedagang lainnya direlokasi serta ditata dengan menyiapkan sarana dan prasarana dengan pendekatan budaya lokal.

Menariknya, saat penataan PKL ini tidak menimbulkan keributan seperti kota-kota lainnya. Menurut Budi utomo, rekan peserta pelatihan yang
juga warga Solo, walikota Jokowi telah memindahkan PKL sebanyak 900 lebih di Solo juga tidak ada gejolak, karena melakukan pendekatan dengan manusiawi. "relokasi juga dilakukan dengan budaya lokal, malah pemkot membuat acara kirab PKL serta acara selamatan yang juga menjadi ajang promosi," katanya

Tidaklah berlebihan apabila Badan PBB ILO (International Labor Organitation) mengundang khusus Walikota Solo, Jokowi sebagai narasumber beberapa waktu lalu di Jakarta. Solo dinilai berhasil meningkatkan kesejahteraan para pedagang kaki lima dengan cara menata atau merelokasi tanpa ada gejolak dan kekerasan. (bahrul)

 

 

 

Comments  

 
0 #2 http://kanalwan.com 2015-01-31 02:19
Αpa yang kami tеmukan dari tulisan ini benar-benar berguna untuk sayа.
Puji Syukur, kami harɑp pada tulisan selanjutnya pasti lebih lengkap lagi.
Suksеs untսk Anda!
Quote
 
 
0 #1 umroh murah 2014-06-14 17:53
sangat menarik sekali ulasannya serta bermanfaat. salam kenal dari ikhram.com situs booking paket umroh #1 di indonesia
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Online Support

Pemkot Makassar Bentuk Investmen Center

Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal menggelar diskusi membahas pengembangan potensi unggulan daerah dalam rangka pembentukan pusat investasi (investment centre) bintang lima, Selasa (26/4/2016).

Diskusi yang berlangsung di Karaeng Room Hotel Santika Makassar itu dihadiri sejumlah stakeholder, dengan narasumber Keua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel, Zulakrnai Arif, Konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Sulsel yang juga Direktur Makassarpreneur, Bahrul ulum dan Pengamat Ekonomi Unhas, DR. Marzuki, DEA

Kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Makassar Taufiek Rachman mengatakan, investement centre merupakan ide Walikota Makassar, Danny Pomanto yang bertujuan meningkatkan pererkomian masyarakat. Investment forum ini diharapkan akan mengembalikan kejayaan Makassar sebagai hub untuk Kawasan Indonesia Timur (KTI).

Read more text

Komentar Terbaru

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini211
mod_vvisit_counterMinggu ini211
mod_vvisit_counterBulan ini211
mod_vvisit_counterSemua hari373879

We have: 95 guests online
IP Anda: 54.156.58.187
 , 
Today: Sep 22, 2017