• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
home : Artikel : Entrepreneurship : Entrepreneurial Leadership ala DI dan JK
Entrepreneurial Leadership ala DI dan JK PDF Cetak E-mail
Entrepreneurship
Jumat, 30 Maret 2012 14:11

Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan (DI) kembali menjadi sosok fenomenal. Aksinya mengatur kendaraan di pintu tol Semanggi di pagi hari buta membuat publik kembali terkesima. Mantan Dirut PLN itu marah melihat antrean mobil sedemikian panjang, namun hanya dua loket yang melayani pengguna tol. Menurut Dahlan, itu bertentangan dengan instruksinya, antrean di pintu masuk tol paling panjang lima mobil. (Fajar online, 20 Maret 2012).

Bukan hanya kali ini, sebelumnya berbagai terobosan dilakukan pengusaha low profile ini. Masih ingat bagaimana DI yang seorang menteri mau menaiki kereta dan ojek untuk menghadiri rapat pemerintahan di Istana Bogor. Kinerja DI juga tidak diragukan. Di tangannya, Jawa Pos berkembang menjadi salah satu grup surat kabar terbesar di tanah air. Dahlan Iskan juga mampu menunjukkan kinerjanya mengangkat kualitas PLN di tengah keraguan banyak kalangan. Kini, saat jadi Meneg BUMN berbagai terobosan dilakukan dengan mengektifkan kinerja dan merestrukturisasi ratusan BUMN.

Saya tertarik dalam wawancara di salah satu stasiun TV swasta nasional yang juga mewawancarai mantan wapres Muhammad Yusuf Kalla (JK). Keduanya dipandang memiliki kemiripan dalam gaya kepemimpinan dan menjadi sosok pemimpin bangsa yang mampu menginspirasi. Ya, keduanya JK dan DI tampil menerobos kebuntuan, stagnasi, dan kemandekan birokrasi di tengah karut marut bangsa yang mengalami krisis kepemimpinan dan keteladanan.

Siapa yang tak kenal JK. Mantan Wapres ini menunjukkan gaya kepemimpinan yang simpel dan tidak bertele-tele sehingga membuat setiap proses menjadi lancar. Saat jadi Wapres, JK tampil sebagai “gas” melengkapi tipe kepemimpinan lambat SBY. Muhammad Jusuf kalla yang disapa JK ini tampil menjadi sosok pemimpin yang unik, khas, berani dan cerdas.

Bila mencermati gaya kepemimpinan JK dan DI terdapat banyak kemiripan. Keduanya dikenal karena dianggap sangat cepat dalam bergerak, tegas dalam bertindak, dan selalu menyelasaikan masalah yang ada dengan solusi yang cerdas. Keduanya, JK dan DI tampil jadi sosok fenomenal dengan berbagai terobosan untuk mencapai kemajuan atau keberhasilan, meski melakukannya dengan cara yang berbeda (out of the box). Menariknya, keduanya berlatar belakang yang sama sebagai seorang entrepreneur.

Entrepreneurial Leadership

Saat diwawancarai di salah satu stasiun TV swasta nasional terkait kemiripannya dengan sosok Dahlan Iskan, JK secara sederhana mengatakan boleh jadi karena mereka berlatar belakang entrepreneur. Keduanya selalu tampil logis, spontan dan tegas, bahkan berani mengambil risiko, perspektif ke depan dan berorientasi hasil, khas entrepreneur. JK dan DI adalah sosok pemimpin yang bukan hanya senang menerima laporan ABS atau “Asal Bapak Senang”, selalu tampil sebagai problem solver tanpa peduli pada yang namanya pencitraan.

Saya lalu teringat pemimpin lainnya yang yang berhasil membangun daerahnya ternyata juga berlatar belakang entrepreneur. Diantaranya ada Jokowi, walikota Solo, Fadel Muhammad mantan Gubernur Gorontalo serta Nurdin Abdulah, Bupati Bantaeng. Mereka adalah sosok-sosok pemimpin inovatif yang berorientasi pada hasil maksimal melalui proses yang efisien. Bagi pemimpin entrepreneur, lambat-cepatnya bertindak sama-sama memiliko risiko apakah gagal dan sukses. Namun pengalaman sebagai entrepreneur, bertindak lebih cepat, efektif dan efisien serta inovatif lebih menantang dan nyata tanpa harus memikirkan pencitraan.

Pengembangan entrepreneurship atau kewirausahaan menjadi sangat penting karena menjadi kunci kemajuan. Pengembangan kewirausahaan bukan hanya upaya untuk mengurangi pengangguran dan mengentaskan kemiskinan. Lebih jauh lagi secara politik, meningkatkan harkat sebagai bangsa yang mandiri dan bermartabat. Tanpa entrepreneurship sumber energi, komoditi dan mineral yang melimpah di Indonesia tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan rakyat.

Pakar manajemen bisnis Dr. Rhenald Kasali (1997) memberikan defenisi bahwa entrepreneur adalah seseorang yang menyukai perubahan, melakukan berbagai temuan yang membedakan dirinya dengan orang lain, mencitakan nilai tambah, memberikan manfaat bagi dirinya dan orang lain, karyanya dibangun berkelanjutan atau bukan ledakan sesaat dan dilembagakan agar kelak dapat bekerja dengan efektif di tangan orang lain.

Terkait kepemimpinan, John Kotter dari Harvard Business School dalam Robin (2008) mengatakan bahwa kepemimpinan sangat terkait dengan perubahan. Pemimpin menentukan arah dengan cara mengembangkan suatu visi masa depan, kemudian mereka menyatukan orang-orang dengan mengkomunikasikan visi dan menginspirasi mereka untuk mengatasi berbagai rintangan.

Dengan gambaran di atas, bangsa ini membutuhkan sosok-sosok entrepreneur di berbagai bidang dan wilayah kerja, apakah Business Entrepreneur yang berkaitan dengan dunia usaha, Academic Entrepreneur yang berkaitan dengan pendidikan, Government Entrepreneur yang berkaitan dengan urusan pemerintahan dan Social Entrepreneur atau wirausaha kemasyarakatan.

Di era perubahan yang serba cepat ini maka dibutuhkan entrepreneurial leadership sebagaimana terlihat pada sosok JK dan DI. Kepemimpinan entrepreneurial tampak dalam cir-ciri tidak menunggu atau menyerahkan nasib kepada orang lain, melainkan mengambil inisiatif dan menganggap dirinya memiliki peran kunci dalam organisasi. Dia membangkitkan energi timnya. Menunjukkan kreativitas yang entrepreneurial, selalu mencari peluang-peluang baru dan merealisasikannya. Berani mengambil risiko, mencoba hal-hal baru, memberikan arahan strategis, dan menginspirasi timnya. Bertanggung jawab atas kegagalan dari timnya, belajar dari kegagalan tersebut, dan menggunakannya untuk mencapai tujuan organisasi yang menguntungkan semua pemangku kepentingan. (Betti Alisjahbana, 2010).

Sistim birokrasi di negara kita terkesan kaku, miskin kreasi dan inovasi. Tak jarang, demi amanat peraturan yang ditafsirkan secara membabibuta mka pemborosan pun dipilih karena legal, meskipun negatif untuk kesejahteraan rakyat. Di tengah system korup inilah, Sosok JK dan DI muncul menjadi oase di tengah krisis kepemimpinan. Olehnya, menyelesaikan segala problem di negeri ini tidak cukup dengan hadirnya sosok pemimpin yang kuat tanpa adanya system yang baik.

Saat berceramah di depan puluhan mahasiswa Indonesia di Universitas Curtin, Perth, Australia, 26 Juni 2010 JK mengatakan dalam kondisi bangsa yang bergelut keluar dari begitu banyak problem, tentu diperlukan sistem yang baik dan pemimpin yang memiliki kepemimpinan yang kuat. Harus ada kombinasi antara sistem dan leadership ujar JK.

Sosok JK dan DI kiranya contoh sosok dengan kepemimpinan yang kuat. Namun, ini baru faktor personal dan kepemimpinan seseorang. Dengan kriteria personal dan kepemimpinan seperti itu, maka seseorang akan kredibel untuk menjadi pemimpin. Namun, ini belum cukup, jika sistem yang digunakan terutama untuk memimpin rakyat bukanlah sistem yang baik.

Pada akhirnya, sistem yang baik harus datang dari Dzat yang Maha Baik, yaitu Allah SWT. Itulah sistem syariah, yang digunakan untuk mengurus dan mengatur seluruh aspek kehidupan mereka. Baik dalam aspek pemerintahan, ekonomi, sosial, pendidikan, sanksi hukum, politik dalam dan luar negeri, maupun yang lain. Semuanya bersumber dari syariah. Hanya dengan itulah, kehidupan mereka akan dipenuhi berkah dari langit dan bumi. Wallahu ‘alam

Bahrul ulum Ilham (Direktur Makassarpreneur)

 

Comments  

 
0 #1 saiful arifin 2014-01-23 02:28
saya ingin mengenaldan mengetahui kegiatan atau bisnis realdari makassar preneurs

thanks for your response


Regards
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Online Support

Bappeda Sosialisasi Pengembangan UMKM Lorong

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kota Makassar menggelar sosialisasi pengembangan usaha mikro dan industri rumah tangga lorong melalui klinik bisnis terpadu (KBT).

Acara yang diikuti sekitar seratus orang peserta ini dilaksanakan di Hotel Mercure Makassar, Senin (23/5). Acara dibuka secara resmi oleh Ismunandar, Staf Ahli walikota bidang peningkatan kualitas manusia. Hadir pula Sekretaris Bappeda Nur Kamarul Zaman dan kepala bidang ekonomi Muhammad Asfat.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Bahrul ulum dari Makassarpreneur, Muh. Nurfitrani dari PLUT KUMKM Sulsel, Dr. Andi Nur Bau Massepe (akademisi Unhas) dan Dr. Mukhlis Sufri (UMI Makassar), dengan dipandu Dr. Johansyah dari Bappeda Makassar.

 

Dalam sambutannya Ismunandar mengatakan, pemberdayaan ekonomi  lorong merupakan program unggulan Pemkot Makassar dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Ibarat sel dalam tubuh, lorong menjadi basis kekuatan perekonomian dengan memperkuat industri atau usaha mikro dan kecil berbasis lorong, tambahnya.

Read more text

Komentar Terbaru

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini199
mod_vvisit_counterMinggu ini199
mod_vvisit_counterBulan ini199
mod_vvisit_counterSemua hari373867

We have: 57 guests online
IP Anda: 54.198.102.92
 , 
Today: Jun 23, 2017