• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
home : Artikel : Bisnis Islami : PENGUSAHA BERKARAKTER BERKAT, BERKAH DAN PEJUANG
PENGUSAHA BERKARAKTER BERKAT, BERKAH DAN PEJUANG PDF Cetak E-mail
Bisnis Islami
Rabu, 14 Maret 2012 09:08

Aktivitas bisnis tidak pernah lepas dari kisah kehidupan manusia. Dari bangun tidur hingga tidur lagi, setiap dari kita akan selalu bersentuhan dengan produk bisnis, baik itu berupa barang atau jasa. Bisnis diartikan sebagai suatu kegiatan terpadu yang meliputi pertukaran barang, jasa atau uang antara dua orang atau lebih dengan maksud mencari manfaat atau keuntungan.

Melihat fakta bisnis, suatu organisasi atau pelaku bisnis akan melakukan kegiatan bisnis dalam bentuk memproduksi atau mendistribusikan barang atau jasa, mencari profit dengan menjual, menyewakan, mengerjakan sesuatu, mendistribusikan, dan aktivitas sejenis lainnya dan mencoba memuaskan keinginan konsumen.

Dengan gambaran di atas, sepintas tampak tak ada hal yang perlu dikritisi karena setiap organisasi atau pelaku bisnis akan melakukan fungsi dan aktifitas yang sama. Namun bagi seorang muslim, ketika bisnis terkait dengan amal perbuatan, terlebih ia akan membawa konsekuensi tidak hanya di dunia, tapi juga di akhirat, maka di sinilah seorang muslim sejati harus mengkritisi, bisnis seperti apa yang akan mengamankan perjalanannya hingga di akhirat kelak.
Selain amal atau perbuatan, yang perlu kita kritisi adalah barang atau jasa seperti apa yang akan memberi kontribusi keamanan bagi perjalanan di akhirat nanti. Berkaitan dengan aspek manfaat, pilihannya adalah apakah hendak meraih manfaat semu atau manfaat hakiki. Manfaat semu hanya nampak ”besar” di dunia namun tidak berkah, sementara manfaat hakiki nampak manfaatnya selagi di dunia dan memberi kebahagian di akhirat.

Bisnis Berkat dan Berkah

Bagi pengusaha muslim, orientasi bisnisnya adalah menjalankan bisnis yang sesuai dengan aturan Allah SWT, yang biasa disebut sebagai bisnis yang penuh ‘berkat’ dan berkah. ‘Berkat’ bermakna bisnis yang menghasilkan profit yang terus tumbuh dan sinambung. Berkah adalah keridhoan Allah SWT, Zat Pemberi Rizki, yang diraih ketika seluruh amal bisnis berjalan sesuai dengan syariah-Nya.
Dengan gambaran di atas maka akan tampak bangunan bisnis Islami akan sangat berbeda dengan bangunan bisnis tidak Islami (konvensional sekuler). Gambaran perbedaan antara anatomi bisnis Islami vs bisnis yang tidak Islami (konvensional sekuler) dapat dirangkum dalam ikhtisar sebagai berikut:

  1. Asas: aqidah Islam (nilai-nilai transendental) vs sekularisme (nilai-nilai material)
  2. Motivasi: dunia-akhirat vs dunia
  3. Orientasi: profit dan benefit (non-materi), pertumbuhan, keberlangsungan dan keberkahan vs profit, pertumbuhan dan keberlangsungan
  4. Strategi induk: visi dan misi organisasi terkait erat dengan misi penciptaan manusia di dunia vs visi dan misi organisasi ditetapkan berdasarkan pada kepentingan material belaka
  5. Manajemen/strategi fungsional operasi/proses: jaminan halal bagi setiap masukan, proses dan keluaran, mengedepankan produktifitas dalam koridor “syariah” vs tidak ada jaminan halal bagi setiap masukan, proses dan keluaran, mengedepankan produktivitas dalam koridor “manfaat”
  6. Manajemen/strategi fungsional keuangan: jaminan halal bagi setiap masukan, proses dan keluaran keuangan vs tidak ada jaminan halal bagi setiap masukan, proses dan keluaran keuangan
  7. Manajemen/strategi fungsional pemasaran: pemasaran dalam koridor jaminan halal vs pemasaran menghalalkan segala cara
  8. Manajemen/strategi fungsional SDM: SDM profesional dan berkepribadian Islam, SDM adalah pengelola bisnis, SDM bertanggung jawab pada diri, majikan dan Allah SWT vs SDM profesional, SDM adalah faktor produksi, SDM bertanggung jawab pada diri dan majikan
  9. Sumberdaya: halal vs halal dan haram


Bila kesembilan karakter bangunan bisnis Islami ini diringkas maka pembedanya dengan bisnis yang tidak Islami adalah pada aspek keberkahan. Karena itu, aktfitas bisnis Islami tidak dibatasi kuantitas kepemilikan hartanya, namun dibatasi dalam cara perolehan dan pendayagunaan hartanya (ada aturan halal dan haram).

Pengusaha Pejuang Syariah

Sistem ekonomi yang berjalan dan memayungi kegiatan dunia usaha saat ini adalah sistem kapitalisme.  Sebuah sistem yang telah beralih dari isu kemajuan, kemakmuran dan pembangunan menjadi identik dengan krisis, kehancuran, ketamakan dan korupsi. Bahkan oleh Robert Klitgaard (1998) dengan tegas mengatakan bahwa biang keladi korupsi adalah kapitalisme dan sekutu sejarahnya yaitu kolonialisme.
Pengusaha Muslim sejati tentu tidak akan tinggal diam.  Tanggung jawabnya sebagai muslim yang memiliki kedudukan yang sama dengan muslim lainnya yakni keterikatannya terhadap syariat Islam, mendorongnya untuk sadar dan bergerak melakukan perubahan ke arah yang lebih baik sesuai dengan Islam.

Mengapa ? karena Islam telah memiliki perangkat yang lengkap sebagai problem solver berupa syariah dan khilafah. Bagi pengusaha muslim ia menyadari bahwa bisnis Islami hanya akan hidup secara ideal dalam sistem dan lingkungan yang Islami pula. Sebaliknya bisnis non-Islami juga hanya akan hidup secara ideal dalam sistem lingkungan sekuler/sosialis. Karena bagaimanapun aktivitas bisnis sangat bergantung pada sistem dan lingkungan yang ada. Jadi, saatnya pengusaha juga menjadi pengusaha pejuang syariah.

Bahrul ulum Ilham

 

Add comment


Security code
Refresh

Online Support

Pemkot Makassar Bentuk Investmen Center

Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal menggelar diskusi membahas pengembangan potensi unggulan daerah dalam rangka pembentukan pusat investasi (investment centre) bintang lima, Selasa (26/4/2016).

Diskusi yang berlangsung di Karaeng Room Hotel Santika Makassar itu dihadiri sejumlah stakeholder, dengan narasumber Keua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel, Zulakrnai Arif, Konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Sulsel yang juga Direktur Makassarpreneur, Bahrul ulum dan Pengamat Ekonomi Unhas, DR. Marzuki, DEA

Kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Makassar Taufiek Rachman mengatakan, investement centre merupakan ide Walikota Makassar, Danny Pomanto yang bertujuan meningkatkan pererkomian masyarakat. Investment forum ini diharapkan akan mengembalikan kejayaan Makassar sebagai hub untuk Kawasan Indonesia Timur (KTI).

Read more text

Komentar Terbaru

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini172
mod_vvisit_counterMinggu ini172
mod_vvisit_counterBulan ini172
mod_vvisit_counterSemua hari373840

We have: 95 guests online
IP Anda: 54.167.253.186
 , 
Today: Nov 19, 2017