• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
home : Artikel : Bisnis & Ekonomi : Menggagas Technopark di Makassar
Menggagas Technopark di Makassar PDF Cetak E-mail
Bisnis & Ekonomi
Rabu, 29 Februari 2012 11:57

Di tengah gonjang ganjing berbagai isu politik mutakhir, publik tanah air juga tersedot perhatiannya dengan kehadiran mobil Kiat Esemka. Adalah walikota Solo, Joko Widodo, yang telah menjadi trigger (pemicu) kebangkitan mobil nasional dengan menjadikan Kiat Esemka sebagai mobil dinasnya. Mobil karya anak sekolah menengah kejuruan (SMK) Solo ini rencananya akan diproduksi massal dengan harga jual kisaran 90 juta per unit.

Walikota Solo, Jokowi telah juga telah memproyeksikan pabrik Esemka berada di Solo Techno Park (STP) dengan mempersiapkan fasilitas pendukung untuk produksi mobil Esemka. Tulisan ini tidak akan membahas lebih jauh tentang mobil Kiat Esemka, melainkan membahas keberadaan technopark sebagai kawasan yang menampung fasilitas litbang dan inkubasi yang mempersiapkan suatu temuan (invensi) menjadi produk yang laku di pasar.

Solo Techno Park (STP) adalah contoh technopark yang menjadi pusat vokasi dan inovasi serta riset teknologi yang digagas Jokowi dan diluncurkan Mei 2009 silam.

Tentang Technopark

Technopark yang pertama diinisiasi oleh Frederick Terman, Guru Besar Universitas Stanford dengan menyewakan lahan di kawasan kampus untuk perusahaan-perusahaan berteknologi tinggi (high tech), dan juga menyediakan modal ventura bagi perusahaan-perusahaan pemula.

Kawasan di sekitar Universitas Stanford yang dikenal dengan nama Silicon Valley tersebut, kini memiliki ratusan ribu pekerja, industri berteknologi tinggi, serta omset hingga jutaan dollar per hari. Technopark sendiri berasal dari dua suku kata, yaitu techno dan park. Techno dalam bahasa indonesia adalah teknologi.

Menurut wikipedia Teknologi memiliki lebih dari satu definisi. Salah satunya adalah pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Sedangkan park dalam bahasa Indonesia berarti taman. Jadi Technopark adalah taman teknologi yang dikaitkan dengan perguruan tinggi, karena keberadaannya memang terkait dengan perguruan tinggi. Istilah lain seperti science park, science city, business park, dan technology corridor juga sering digunakan. (Amir Sambodo, 2010).

Sampai sekarang ini ada lebih dari 400 Technopark di seluruh dunia dan bertumbuh terus. Di Amerika Serikat sendiri ada 150 Technopark, lalu Jepang memiliki 111, Cina mulai di tahun1980 dan sekarang sudah memiliki 100 Technopark. Di Indonesia konsep Technopark belum berkembang dengan baik. Sampai saat ini baru ada di beberapa lokasi, yaitu di Solo, Jababeka Bekasi dan di awal tahun 2010 berdiri bandung techno park (BTP). Pengembangan Technopark di Indonesia menyesuaikan dengan potensi dan kekhasan daerah masing-masing. Di Cimahi misalnya dengan Cimahi Cyber City yang konsentrasi pada industri game dan animasi, Solo Techno Park yang fokus pada mesin dan Sragen yang menerapkan model balai latihan kerja.

Tujuan Technopark

Untuk mendukung sistem inovasi nasional telah lahir UU No. 18 tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Iptek (Sisnas P3 Iptek). Adapun urat nadi sistem inovasi adalah sinergi di antara tiga komponen utamanya, yaitu lembaga riset, universitas, dan industri. Konsep tersebut dikenal dengan model triple helix atau ABG, yaitu akademisi, bisnis, dan pemerintah.

Salah satu usaha mendekatkan kelompok akademisi dan pebisnis adalah menggunakan wahana yang tepat, yaitu pembangunan Technopark dengan stakeholder pemerintah, komunitas peneliti (akademis), komunitas bisnis dan finansial. Technopark menghasilkan link yang permanen antara perguruan tinggi dan industri, sehingga terjadi clustering dan critical mass dari peneliti dan industri. Dapat dikatakan pula bahwa Technopark pada dasarnya ingin mengukuhkan kembali hubungan antara industri dan pendidikan tinggi yang belum berjalan secara maksimal.

Tecnopark adalah suatu organik yang merupakan perpaduan antara penelitian dan pengembangan (R&D) yang dilakukan oleh perusahaan, universitas dan lembaga riset dan dimana karyawan dari perusahaan-perusahaan tersebut dapat dididik dan dilatih. Perusahaan-perusahaan start up yang berbasis pada teknologi baru mendapat dukungan melalui sirkulasi informasi mengenai industri dan teknologi serta melalui fasilitas inkubator. Dari uraian di atas dapat disimpulkan secara sederhana bahwa Technopark adalah sebuah kawasan yang melingkupi perkantoran, pusat perdagangan, laboratorium penelitian, pusat pelatihan dan pendidikan, dan fasilitas lain yang dilengkapi dengan infra-struktur super modern di lingkungan yang hijau, dengan tujuan utama untuk mendorong tumbuhnya inisiatif regional guna membangun ekonomi berbasis inovasi dan teknologi.

Menggagas Technopark di Makassar

Makassar punya visi menuju kota dunia Untuk mewujudkan visi kota dunia ini maka dibutuhkan suatu kawasan bisnis internasional dan kawasan penelitian untuk tidak selamanya menjadi kota yang dipenuhi “konsumen produk jadi”. Beberapa kota maju di dunia yang menyadari arti pentingnya sebuah penelitian agar dapat memproduksi sendiri segala kebutuhannya telah memiliki kawasan penelitian atau research land. Aktifitas pembangunan ekonomi Kota Makassar selama ini, tidak terlepas dari kegiatan investasi pada berbagai sektor industri.

Dari sisi pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Makassar diarahkan menjadi kota cyber city yang merupakan langkah nyata pemerintah kota mencerdaskan masyarakat dan melek teknologi. Disisi lain, Makassar juga dikenal sebagai kota pendidikan dengan hadirnya beragam universitas, akademisi, peneliti dan lembaga penelitian dan pengembangan. Dengan potensi di atas, Kota Makassar akan dapat lebih bersaing di kancah nasional dan global melalui konsep Technopark.

Pengembangan Makassar Technopark didesain dapat menyeimbangkan kepentingan dari 3 stakeholder besar, yaitu sektor industri, dunia pendidikan dan pemerintah daerah, maka idealnya lokasi bagi kawasan ini mampu mengakomodasi kepentingan 3 stakeholder tadi, yang didasarkan pada kedekatan pada aspek fasilitas kota dan akses yang mudah. Mengacu pada Perda kota Makassar No. 6 Tahun 2006 tentang rencana tata ruang wilayah kota Makassar 2005-2015, Pemerintah kota Makassar menyadari pentingnya untuk segera mengembangkan kawasan penelitian terpadu dan memasukkannya dalam 13 rancangan kawasan terpadu di Kota Makassar.

Dalam perda tata ruang Makassar 2005-2015 disebutkan bahwa Kawasan Penelitian Terpadu adalah kawasan yang diarahkan dan diperuntukkan sebagai kawasan dengan pemusatan dan pengembangan berbagai kegiatan penelitian yang dilengkapi dengan kegiatan-kegiatan penunjang yang lengkap yang saling bersinergi dalam satu sistem ruang yang solid.

Dalam arahan tata ruang kota Makassar disebutkan bahwa misi Kawasan Penelitian Terpadu adalah mewujudkan fungsi kawasan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi “technopark” yang berbasis agropolitan dan maritim, yang menjadi penentu utama dalam percepatan pembangunan Kota Makassar, menetapkan sebagai pusat kawasan hijau binaan dalam bentuk Kota Taman “Garden City”, mewujudkan Kota Tepi Sungai “Riverside City” sebagai usaha untuk memberi batas jelas antara kawasan konservasi dengan kawasan budidaya perkotaan dan mendorong tumbuhnya ruang-ruang pendukung kawasan.

Dengan gambaran di atas, Makassar sebenarnya telah memiliki “blue print” untuk pengembangan Technopark. Berkaitan dengan pengembangan technopark di Makassar, Pemerintah Kota punya peran penting menjadi fasilitator dengan berusaha bagaimana menjembatani output dunia pendidikan kejuruan dan pendidikan tinggi dapat linkage dengan sektor industri, dengan ide untuk mengembangkan suatu kawasan teknologi “Makassar Technopark” yang dapat mengintegrasikan berbagai kepentingan terkait dengan issue pengembangan dan aplikasi teknologi berbasis SDM yang kuat untuk yang mampu mendukung pangsa tenaga kerja di sektor industri dimediasi dengan stakeholder lain, apakah itu sektor pemerintah, investor dan masyarakat

(Bahrul ulum)

 

Add comment


Security code
Refresh

Online Support

Pemkot Makassar Bentuk Investmen Center

Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal menggelar diskusi membahas pengembangan potensi unggulan daerah dalam rangka pembentukan pusat investasi (investment centre) bintang lima, Selasa (26/4/2016).

Diskusi yang berlangsung di Karaeng Room Hotel Santika Makassar itu dihadiri sejumlah stakeholder, dengan narasumber Keua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel, Zulakrnai Arif, Konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Sulsel yang juga Direktur Makassarpreneur, Bahrul ulum dan Pengamat Ekonomi Unhas, DR. Marzuki, DEA

Kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Makassar Taufiek Rachman mengatakan, investement centre merupakan ide Walikota Makassar, Danny Pomanto yang bertujuan meningkatkan pererkomian masyarakat. Investment forum ini diharapkan akan mengembalikan kejayaan Makassar sebagai hub untuk Kawasan Indonesia Timur (KTI).

Read more text

Komentar Terbaru

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini106
mod_vvisit_counterMinggu ini106
mod_vvisit_counterBulan ini106
mod_vvisit_counterSemua hari373774

We have: 35 guests online
IP Anda: 54.167.253.186
 , 
Today: Nov 19, 2017