• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
home : Artikel : Motivasi dan Inspirasi : Menuju Kota Dunia Berkarakter Lokal, Religius dan Manusiawi (Menyambut 404 Tahun Kota Makassar)
Menuju Kota Dunia Berkarakter Lokal, Religius dan Manusiawi (Menyambut 404 Tahun Kota Makassar) PDF Cetak E-mail
Motivasi & Inspirasi
Senin, 07 November 2011 22:58

Makassar sebuah kota legendaris dengan bentangan sejarah yang cukup panjang hingga tanggal  9 Nopember 2011 akan genap berusia  404 tahun. Beragam generasi silih berganti melampaui abad, tahun dan beribu-ribu hari serta menyusul hari esok mendiami kota Makassar dengan segala dinamika yang bergelut didalamnya.

Penetapan hari jadi Makassar ini mengambil momentum bersejarah yakni sholat Jum’at pertama di Masjid Tallo pada hari Jum’at tanggal 9 Nopember 1607, bertepatan dengan hari 19 Rajab 1016 Hijriah. Peristiwa ini  setelah dua tahun Raja Gowa dan Tallo memeluk Islam dan selanjutnya seluruh rakyat Gowa dan Tallo dinyatakan memeluk agama Islam. “Hari ini Raja telah masuk Islam, maka masuk Islamlah kalian semua,” tegas Raja Tallo dalam deklarasi tersebut.

Meskipun Islam semakin menjadi agama yang utama di wilayah tersebut, pemeluk agama lainnya masih tetap dapat menjalankan keyakinannya dan berdagang di Makassar.  Adanya toleransi terhadap keberagaman menyebabkan Makassar menjadi pusat yang penting bagi orang-orang Melayu yang bekerja dalam perdagangan di kepulauan Maluku, dan juga menjadi markas yang penting bagi pedagang-pedagang dari Eropa dan Arab.
Sejak berdirinya kerajaan Islam Gowa-Tallo, maka kemajuan pesat terjadi  di segala sektor, utamanya di bidang perdagangan dan maritim.  Momentum Tanggal 9 Nopember 1607 sebagai hari jadi Makassar untuk mengenang momentum masa keemasan kerajaan Makassar yang mempunyai makna yang sarat dengan nilai kemanusiaan yang beradab sebagai sebuah ukiran sejarah monumental.

Makassar kini berkembang tidak lagi sekedar gateway namun diposisikan sebagai ruang keluarga (living room) di Kawasan Timur Indonesia. Sebagai kota metropolitan, Makassar tumbuh dengan ditunjang berbagai fasilitas dan sarana yang mendukung. Di kota berpenduduk sekitar 1,5 juta ini berbagai mall dan market center berlomba hadir, berbagai hotel berbintang maupun apartemen mewah dibangun, ruko-ruko bermunculan di berbagai sudut kota, demikian halnya berbagai kompleks perumahan sampai kota mandiri makin menyemarakkan kota Daeng..
Seiring pertumbuhannya yang pesat, beberapa masalah menyeruak di kota metropolitan Makassar. Bertambahnya pengangguran dan kemiskinan, kurang terkendalinya sektor informal, degradasi daya dukung lingkungan sampai degradasi kondisi sosial masyarakat menuntut untuk dicarikan solusi. Geliat pertumbuhan kota Makassar menyiratkan pertanyaan, seperti apakah Makassar kelak? Atau bagaimana kota Makassar masa depan yang akan diwariskan pada anak cucu kita?

Kota Dunia Berkarakter Lokal
Makassar sebagai salah satu kota terpenting di kawasan timur Indonesia (KTI) memiliki keunggulan komparatif seperti letak geografis, potensi sumberdaya alam, dan infrastruktur sosial ekonomi. Selain itu, Makassar terus berbenah untuk memacu keunggulan kompetitifnya seperti laju produksi dan perdagangan, ketahanan ekonomi kota yang kuat, iklim usaha dan investasi yang kondusif; kesempatan kerja dan berusaha yang tinggi.

Tidaklah berlebihan apabila dengan kedua keunggulan ini akan menjadi pondasi utama untuk membangun ekonomi Kota Makassar yang berdaya saing tinggi dengan membangun dan mengelola berbagai peluang ekonomi secara maksimal sehingga akan mengembalikan kejayaan Makassar tempo dulu sebagai salah satu kota niaga maritim dunia.

Di masa kepemimpinan Ilham Arif Sirajuddin, Makassar sebagai salah satu kota dunia coba dimunculkan sejak tahun 2009. Kota dunia itu adalah menjadikan Makassar sebagai kota yang mampu bersaing dengan kota-kota besar yang ada di seluruh dunia dengan tetap mengedepankan kearifan lokal.

Konsep kota dunia atau kota global, atau kadang disebut juga sebagai kota alfa atau pusat dunia adalah sebuah kota yang dianggap menjadi titik simpul penting dalam sistem ekonomi global. Konsep ini berasal dari geografi dan studi perkotaan dan bersandar pada gagasan bahwa globalisasi dapat dipahami sebagai sebagian besar dibuat, difasilitasi dan diberlakukan pada lokasi-lokasi geografis strategis menurut hirarki yang penting bagi pengoperasian sistem global keuangan dan perdagangan. (sumber: www.wikipedia.org)

Visi dan misi kota dunia menjadi acuan tinjauan futuristik kota Makassar menegaskan eksistensinya di kancah dunia, demikian pula langkah secara operasional meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat. Yang paling penting tentunya adalah komitmen seluruh aparatur pemerintah didukung kerjasama dan partisipasi masyarakat, menuju kota Makassar yang modern, religius, bercorak kultural dan ramah lingkungan.

Penting disadari bahwasanya pembangunan tidak saja berwujud fisik semata, tetapi bagaimana pembangunan dapat mengangkat harkat dan martabat manusia. Makassar kota dunia bisa terealisasi bila lingkungan dan budaya lokal menjadi lokus fokus pembangunan. Kebutuhan utama masyarakat kota harus terakomodasi dan dapat tinggal dengan nyaman. Semua pembangunan yang dilakukan berlandaskan kearifan lokal dengan tidak mencabut sejarah Makassar, nilai-nilai luhur yang ada, atau tak menghilangkan jati diri Makassar.

Dalam pembangunan kota Makassar agar tetap bercorak kultural maka pembangunan fisik kota jangan sampai menghilangkan situs-situs bersejarah atau menghancurkan bangunan yang bernilai historis. Makassar bercorak kultural berarti pula bahwa nilai-nilai budaya Makassar harus tetap dipertahankan, bukan sekedar pelestarian budaya khas daerah tetapi juga nilai budaya yang menjadi anutan dalam berbuat atau bertindak seperti Abbulo sibatang a’bannang kebo Accera sitongka-tongka, Siri’ na pacce, sipakaatu, sipakalebbi, resopa temmangingi namalomo naletei pammase dewata seuwae, dan nilai budaya lainnya.

Kota Religius dan Manusiawi
Makassar yang dibangun harus dijiwai pula dengan nilai religius yang merupakan identitas utama masyaraat Makassar. Disadari, keberkahan dari yang maha kuasa akan hadir di kota ini jika masyarakatnya beriman dan bertaqwa. Sebaliknya, laknat dan murka dari yang maha kuasa apabila kemaksiatan makin menjamur di kota tercinta ini. Olehnya, pemerintah kota jangan terlalu toleran mengejar kepentingan ekonomi, tetapi mengesampingkan nilai-nilai subtansial berupa nilai religius dan moralitas. Pemerintah kota harus bersikap dan memiliki ketegasan dengan maraknya THM, panti pijat atau tempat hiburan yang bermasalah, jangan sekedar mengejar target ekonomi namun tidak memperhatikan dampaknya terhadap individu maupun sosial.

Makassar harus menjadi kota yang bermartabat, serambi Madinah yang tercermin dari sikap dan moralitas warganya. Pembangunan bidang keagamaan harus mendapat prioritas dan tidak sekedar seremoni atau ritual, tetapi harus membumi dan menjadi kultur masyarakat Makassar. Pembangunan perkotaaan harus dilaksanakan secara terpadu, memberdayakan sektor terkait serta memberikan pelayanan optimal pada publik. Pembangunan kota Makassar bukan hanya tampilan fisik saja, tetapi yang lebih penting adalah kualitas kehidupan (quality of live) seluruh warga kota, dalam pengertian  tercapainya kesejahteraan lahir dan bathin.

Karena itu, selain pertumbuhan, strategi pengembangan unsur-unsur kualitas hidup yang berkeadilan hendaknya senantiasa menjiwai kebijaksanaan pemerintah kota. Pembangunan jangan hanya menyisakan penderitaan masyarakat pinggiran, termarjinalnya pengusaha kecil atau semakin menjauhkan akses masyarakat menikmati hak-haknya sebagai warga kota.

Paradigma pembangunan Makassar hendaknya berorientasi pada pembangunan manusia dan kotanya. Dengan kata lain, pembangunan perkotaan jangan hanya bertumpu pada pemerintah kota semata tetapi yang terpenting mendorong peran serta masyarakat untuk terlibat secara aktif. Saatnya pemerintah kota memberdayakan seluruh potensi masyarakat Makassar dalam menyukseskan program pembangunan kota Makassar. Namun disisi lain, masyarakat juga harus mau berperan aktif dan ingin diberdayakan.Untuk mendukung proses pelibatan masyarakat tersebut, proses pengembangan pendidikan memegang peranan yang sangat penting.

Salah satu ciri kota dunia lainnya adalah kota manusiawi dan bersahabat. Tata kota yang sangat baik, taman-taman yang hijau di pusat kota, pedisterian yang teratur, jalan khusus untuk bersepeda, penempatan pembangunan pusat-pusat perkantoran, perbelanjaan, pertokoan dan industri tertata secara terencana. Kita akan berpikir ulang untuk pergi ke pusat kota dengan mobil, selain bahan bakar yang mahal, tempat parkir yang susah dan juga mahal, telah tersedia sarana transportasi umum yang bagus untuk sampai ke pusat-pusat kota.  Bila Makassar ingin menjadi kota dunia maka pemerintah kota harus mulai merencanakan pedesterian, area terbuka publik, dan ruang terbuka hijau. Fasilitas terbuka ini membiasakan penduduk Makassar mau membiasakan diri berjalan kaki dan sadar beraktivitas ramah lingkungan.

Sebagai warga kota tentu kita menginginkan bahwa kota Makasssar masa depan semestinya menjadi ruang interaksi manusia yang memanusiakan. Ruang-ruang kota Makassar dibangun dan dirancang untuk memberi pelayanan maksimal pada masyarakat agar dapat meningkatkan standar pendidikan, kesehatan, dan ramah bagi warganya. Interaksi warga berkoneksi sinergis dengan lingkungan yang nyaman, pertumbuhan ekonomi, sekaligus memiliki ruang publik yang melegakan. Dirgahayu Kota Makassar ke-404.


 

 

Add comment


Security code
Refresh

Online Support

Komentar Terbaru

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini234
mod_vvisit_counterMinggu ini234
mod_vvisit_counterBulan ini234
mod_vvisit_counterSemua hari373902

We have: 98 guests online
IP Anda: 54.198.102.92
 , 
Today: Jun 23, 2017