• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
home : Catatan Perjalanan : KOTA KUPANG, KOTA KARANG YANG MENARIK
KOTA KUPANG, KOTA KARANG YANG MENARIK PDF Cetak E-mail
Oleh Bahrul Ulum   
Rabu, 10 Agustus 2011 20:23

Kegembiraan tersendiri saat menginjakkan kaki di kota Kupang Provinsi NTT. Berawal dari tugas sebagai fasilitator pelatihan kewirausahaan SIYB ILO di bulan Juli 2011 lalu, saya akhirnya berkesempatan merasakan nuansa kota karang dan kota kasih di ibukota Provinsi NTT.

Kota yang terletak di Pulau Timor ini akan tampak permukaan terdiri dari batu karang dan tidak rata serta tanah berwarna merah dan putih sehingga dijuluki juga kota Karang. Kita juga dapat melihat pohon lontar (pohon tuak) pada beberapa titik sabana di Kupang. Sepintas, sangat terasa kalau Kupang daerah yang kering dan cuacanya panas.

Kupang merupakan ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Letaknya di bagian Barat Pulau Timor, berbatasan langsung dengan negara Timor Leste. Kupang menjadi pusat pemerintahan, bisnis, perdagangan, dan pendidikan. Satu-satunya pabrik penyulingan minyak cendana di Indonesia ada di kota ini. Di kota ini ada Museum Kupang yang berisi lengkap mengenai sejarah dan budaya setempat, dan juga peninggalan-peninggalan bersejarah seperti benteng-benteng tentara Jepang, Portugis, dan sekutu. Kota ini letaknya lebih dekat dengan Darwin daripada dari Jakarta yaitu sekitar 435 km. Oleh karenanya kerap disambangi turis asing terutama dari Negeri Kangguru untuk urusan berwisata. Pusat kotanya berada di tepian teluk, bernama Teluk Kupang.

Nuansa pantai sangat terasa di kota Kupang. Kota ini memiliki pesona wisata karena memiliki pantai pasir putih yang indah, laut biru yang cantik di sepanjang jalan arteri dan di beberapa lokasi wisata pantai. Topografi kotanya ada di ketinggian, dataran rendah, pinggiran pantai membuat kota ini cukup menarik. Kota Kupang cukup ramai dan banyak juga pertokoan besar, ada juga satu mall di tengah kota. Meskipun demikian, secara umum infrastruktur masih terbatas dan tertinggal di banding beberapa daerah-daerah lain di Indonesia.

Kota Kupang punya banyak daya tarik. Bagi penggemar sea food akan dimanjakan dengan ikan bakar yang ukurannya besar-besar dan harga relatif murah, dengan sambal khas Kupang.  Ada juga makanan khas kota Kupang "jagung bose" dari campuran jagung dan sayuran serta biji-bijian.Ada juga daging se'i yaitu daging sapi yang diasap dan dicampur susu, garam dan rempah-rempah. Hal unik di kota Kupang adalah “diskotik berjalan” dari angkutan kotanya yang sering disebut "bemo".Keunikannya karena tampilan angkotnya yang penuh dengan asesoris, dekorasi dan musik yang menggelegar.

Saat di Kupang, saya sempat ke salah satu tempat wisata yakni gowa monyet. Taman Rekreasi Gua Monyet berada Jalan Kartini, Kelurahan Kelapa Lima. Mengunjungi kawasan ini kita akan menemui hal-hal yang unik dan lucu dari tingkah laku para monyet yang saling bercengkerama, saling bercanda dan berkejaran, memperebutkan makanan yang diberikan. Kerindangan dan kehijauan pepohonan juga menambah kesejukan dan ketenangan saat mengunjungi taman rekreasi ini.

Saya juga menyempakan diri ke taman Nostalgia, lokasi “Gong Perdamaian” yang menjadi simbol perdamaian bagi masyarakat Indonesia.  Gong Perdamaian Nusantara  yang diresmikan presiden SBY pada tanggal 8 Februari 2011 ini dilingkari logo 444 kabupaten dan kota sementara pada bagian tengah ditempatkan logo 33 provinsi di Indonesia.  Ada juga tulisan pada lingkaran paling dalam yang berbunyi gong perdamaian nusantara serta sepasang bunga pada bagian kiri dan kanan dengan tulisan “sarana persaudaraan dan pemersatu bangsa Indonesia”. Lingkaran isi berisi simbol lima agama yang diakui serta terdapat peta Indonesia. Hamparan bukit batu karang kota Kupang, nuansa pantai serta nuansa perdamaiannya memberikan kesan tersendiri bagi siapa saja yang mengunjunginya. (bui)

 

 

Add comment


Security code
Refresh

Online Support

Bappeda Sosialisasi Pengembangan UMKM Lorong

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kota Makassar menggelar sosialisasi pengembangan usaha mikro dan industri rumah tangga lorong melalui klinik bisnis terpadu (KBT).

Acara yang diikuti sekitar seratus orang peserta ini dilaksanakan di Hotel Mercure Makassar, Senin (23/5). Acara dibuka secara resmi oleh Ismunandar, Staf Ahli walikota bidang peningkatan kualitas manusia. Hadir pula Sekretaris Bappeda Nur Kamarul Zaman dan kepala bidang ekonomi Muhammad Asfat.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Bahrul ulum dari Makassarpreneur, Muh. Nurfitrani dari PLUT KUMKM Sulsel, Dr. Andi Nur Bau Massepe (akademisi Unhas) dan Dr. Mukhlis Sufri (UMI Makassar), dengan dipandu Dr. Johansyah dari Bappeda Makassar.

 

Dalam sambutannya Ismunandar mengatakan, pemberdayaan ekonomi  lorong merupakan program unggulan Pemkot Makassar dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Ibarat sel dalam tubuh, lorong menjadi basis kekuatan perekonomian dengan memperkuat industri atau usaha mikro dan kecil berbasis lorong, tambahnya.

Read more text

Komentar Terbaru

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini205
mod_vvisit_counterMinggu ini205
mod_vvisit_counterBulan ini205
mod_vvisit_counterSemua hari373873

We have: 89 guests online
IP Anda: 54.156.58.187
 , 
Today: Sep 22, 2017