• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
home : Catatan Perjalanan : Tanarajae, Ekowisata Yang Mulai Memudar
Tanarajae, Ekowisata Yang Mulai Memudar PDF Cetak E-mail
Oleh Bahrul Ulum   
Senin, 19 September 2011 04:14

Tribun Timur - Sabtu, 17 September 2011 21:47 WITA
Laporan: Bahrul Ulum, Direktur Makassarpreneur
Melaporkan dari Desa Tanarajae, Pangkep

TANARAJAE adalah desa nelayan di pesisir Kabupaten Pangkep. Jaraknya sekitar 15 kilometer dari kota Pangkep dan masuk dalam wilayah Kecamatan Labbakkang.   Desa Tanarajae menjadi salah satu sasaran pendampingan kelompok usaha oleh tim konsultan Makassarpreneur, dalam rangkaian program Restoring Coastal Livelihood (RCL) atau Pemulihan Penghidupan Pesisir sejak tanggal 13-17 September 2011
Program RCL sendiri diinisiasi oleh Oxfam melalui mitra dukungan Canadian International Development Agency (CIDA) dengan Lemsa (Lembaga Maritim Nusantara) sebagai pelaksana.

Kegiatan ini berupa Program lima tahun yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi dengan memanfaatkan sumberdaya alam secara berkelanjutan oleh komunitas rentan di daerah pesisir Sulawesi Selatan.

Menelusuri desa Tanarajae menjadi pengalaman menarik dengan segala potensi dan keunikan yang dimilikinya. Dengan infrastruktur jalan yang cukup baik kita akan disuguhi pemandangan ratusan hektare areal tambak ikan bandeng dan udang disisi kiri-kanan jalan.

Bukan hanya itu, kita juga bisa menyaksikan deretan indah tanaman mangrove, berbagai burung bangau/belibis, perkampungan penduduk serta alat penangkapan ikan, nelayan yang sementara memancing, dan pemandangan lainnya.

Desa Tanarajae ini oleh Pemda Pangkep merupakan salah satu destinasi ekowisatayang berbasis marine (perikanan dan kelautan) berupa potensi dan pemadangan alam yang begitu hidup, real dan khas di tengah-tengah masyarakat kabupaten Pangkep yang bermukim di daerah pesisir.

Di masa kepemimpinan bupati Pangkep terdahulu, alm. Ir H Syafrudin Nur, M.Si, beliau mendesain program pengembangan kepariwisataan daerah agar sektor kebudayaan dan pariwisata (budpar) disamping mampu memberi kontribusi bagi pelestarian lingkungan (alam, budaya) dan kesejahteraan rakyat, juga mampu mengangkat brand image Pangkep di tingkat nasional dan internasional.

Tak mengherankan bila di desa Tanarajae beberapa tahun lalu ramai berdatangan wisatawan domestik maupun mancanegara untuk merasakan eksotisme alam Tanarajae.

Para wisatawan bisa berinteraksi dengan kehidupan sehari-hari penduduk dengan cara menghabiskan beberapa hari di desa ini. Beberapa rumah panggung milik penduduk yang menjadi binaan Dinas Pariwisata disediakan sebagai penginapan.

Dalam satu waktu tertentu, rombongan wisatawan asing selalu menyempatkan diri menginap di desa tradisional ini karena didukung dengan budaya masyarakatnya yang cukup terbuka

Namun kini, Potensi ekowisata Tanarajae mulai memudar. Ini tampak dari mulai tidak terawatnya beberapa fasilitas desa dan kurangnya dukungan Pemda.

Menurut pengakuan beberapa warga, Tanarajae tidak seperti dulu lagi yang ramai dikunjungi wisatawan. Dalam beberapa tahun terakhir, tidk ada lagi paket perjalanan wisata dengan tujuan ke Tanarajae.

Padahal, Tanarajae sangat potensial sebagai daerah ekowisata unggulan di Sulsel. Dengan potensi mangrove, kehidupan alam yang begitu alami dan khas, areal tambak dan pesona kehidupan alamnya menjadikan Tanarajae sebagai destinasi kegiatan perjalanan wisata yang bertanggung jawab.

Sebuah desa nelayan eksotis dimana kita bisa menikmati keindahannya juga melibatkan unsur pendidikan, pemahaman dan dukungan terhadap usaha-usaha konservasi alam dan peningkatan pendapatan masyarakat setempat sekitar daerah tujuan ekowisata.(*)

 

Penulis : Citizen Reporter
Editor : Ridwan Putra
 

Add comment


Security code
Refresh

Online Support

Pemkot Makassar Bentuk Investmen Center

Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal menggelar diskusi membahas pengembangan potensi unggulan daerah dalam rangka pembentukan pusat investasi (investment centre) bintang lima, Selasa (26/4/2016).

Diskusi yang berlangsung di Karaeng Room Hotel Santika Makassar itu dihadiri sejumlah stakeholder, dengan narasumber Keua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel, Zulakrnai Arif, Konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Sulsel yang juga Direktur Makassarpreneur, Bahrul ulum dan Pengamat Ekonomi Unhas, DR. Marzuki, DEA

Kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Makassar Taufiek Rachman mengatakan, investement centre merupakan ide Walikota Makassar, Danny Pomanto yang bertujuan meningkatkan pererkomian masyarakat. Investment forum ini diharapkan akan mengembalikan kejayaan Makassar sebagai hub untuk Kawasan Indonesia Timur (KTI).

Read more text

Komentar Terbaru

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini170
mod_vvisit_counterMinggu ini170
mod_vvisit_counterBulan ini170
mod_vvisit_counterSemua hari373838

We have: 93 guests online
IP Anda: 54.167.253.186
 , 
Today: Nov 19, 2017