• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
Joomla! Slideshow
home
Term of Reference Seminar Pendidikan “Pendidikan Berkarakter, Upaya Membangun Generasi Cerdas Dan Berkepribadian Unggul” PDF Cetak E-mail
Agenda
Jumat, 29 April 2011 05:28

Pendahuluan

“Hanya konsep pendidikan yang paling dangkallah yang berani menolak keabsahan meletakkan Muhammad diantara pendidik-pendidik besar sepanjang masa, karena dari sudut pragmatis-seorang yang mengangkat perilaku manusia adalah seorang pangeran di antara pendidik” .
( Robert L. Gullick Jr, penulis buku Muhammad, The Educator)

Memilukan! Sistem pendidikan hari ini terbukti gagal melahirkan manusia shaleh, berkepribadian mulia yang sekaligus menguasai pengetahuan, ilmu dan teknologi. Tujuan mulia pendidikan sebatas slogan dan jargon, faktanya Dunia pendidikan di negeri ini dikejutkan dengan beberapa peristiwa yang mencoreneg wajah pendidikan. Data Menunjukkan, sejak tahun 1999 - Maret 2000 tercatat: 26 pelajar tewas, 56 luka berat, 109 luka ringan akibat tawuran pelajar (Galamedia, 9/3/00). Dalam sehari, sekitar 4 ton narkoba dikonsumsi (Kompas 13/11/02).
Dalam 2 tahun ada 2 juta kasus aborsi di Indonesia; sekitar 750.000 dilakukan oleh remaja (Khofifah Indar Parawansa).
Survei BKKBN di kota besar tahun 2007- 2008 menunjukkan, terdapat 63 % pelajar SMP/SMA melakukan seks bebas (Harian Fajar, 21/12/2008)

Belum lagi merebaknya kasus video porno yang dilakukan oleh pelajar, praktik kekerasan senior pada  yuniornya, perlakuan tindak kekerasan guru pada anak didiknya dan masih banyak lagi peristiwa serupa lainnya.

Sejatinya, pendidikan haruslah dapat menciptakan generasi yang memiliki kemampuan iptek dan berimtak kepada Tuhan Yang Maha Esa, seperti yang tertuang dalam tujuan pendidikan nasional. Namun, dalam realitasnya tidaklah demikian. Kondisi ini membelalakkan mata bagi kita bahwa anak bangsa yang merupakan investasi peradaban sedang berada di ujung tanduk kerusakan.

Masalah dekadensi moral atau terjadinya krisis kepribadian pada anak didik merupakan masalah yang sekarang ini menjadi perhatian semua pihak, terutama bagi para pendidik, ulama, pemuka masyarakat dan para orang tua melihat berbagai fenomena yang melanda generasi dambaan umat dan bangsa.

Tanggungjawab pendidikan seharusnya dilakukan secara integratif di lingkungan keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat. Tri pusat pendidikan ini jangan sebatas lip service, namun harus diaktualkan.
Sebagai suatu lembaga, sekolah memiliki tanggung jawab moral bagaimana anak didik itu pintar dan cerdas sebagaimana diharapkan oleh orang tuanya. Tugas seorang guru tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik anak, sehingga anak tidak hanya memiliki kecerdasan kogntif, tetapi juga memiliki karakter yang baik sebagaimana tujuan ideal pendidikan.

Mengacu hal di atas, yayasan Asy-Syifa pusat Makassar bermaksud menggelar Seminar Pendidikan tentang pendidikan generasi dengan tema “Pendidikan Berkarakter, Upaya Membangun Generasi Cerdas Dan Berkepribadian Unggul”


Maksud dan Tujuan
Kegiatan ini dilaksnakan dengan maksud dan tujuan untuk :
1.    Sharing informasi tentang berbagai persoalan yang berhubungan dengan isu-isu aktual ihwal pengajaran dan dunia pendidikan;
2.    Mencari solusi atas problematika krisis kepribadian siswa saat ini melalui pendidikan berkarakter
3.    Meng-update berbagai informasi untuk meningkatkan kualitas pengajaran guna mewujudkan kualitas pendidikan yang lebih baik.
4.    Shilaturrahmi antar seluruh stake holder pendidikan.

Waktu & Tempat
Kegiatan ini Insya Allah dilaksanakan pada :
. Hari/Tanggal         : Sabtu, 7 Mei 2011
. Waktu            : Pukul 08.30. – Selesai
. Tempat            : Hotel La Macca Makassar, Jl. AP. Pettarani No.1

Nara Sumber
Key Speak : H. Patabai Pabokori (Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan)
1. Asniar Khumas, S.Psi, M.Si (Tim Pendidikan Karakter-UNM Makassar)
2. Dr. Majdah Agus Arifin Nu’mang, M.Si (Rektor UIM Makassar)
3. Abdillah Mustajab, S.IP, M.Si (Pemerhati Pendidikan Islam)

Peserta
1.    Guru Se-Kota Makassar
2.    Orang Tua Murid
3.    Mahasiswa
4.    Utusan ormas/LSM Pendidikan
5.    Majelis taklim
6.    Umum   

Manajemen Kegiatan
Acara ini digagas oleh Yayasan Asy-Syifa Pusat Makassar sebagai pengelola SDIT Insantama Makassar dan dikerjakan oleh Makassarpreneur, sebagai event organizer    

Epilog
Demikian proposal penawaran ini disusun dari hasil elaborasi pemikiran kami dengan harapan mendapat perhatian sebagaimana mestinya. Atas perhatian dan tanggapan positif yang diberikan kami ucapkan terima kasih.

Makassar,  Mei 2009

Tim Kerja
K et u a                                                 Sekretaris

Bahrul ulum Ilham,S.Pd                        A s g a f, A.Md

Mengetahui
Ketua Yayasan Asy-Syifa Pusat Makassar

Dra. Hj. Masniar Khadijah Mappasawang

 

 

Comments  

 
0 #1 Mata hati Rakyat 2014-03-17 10:07
Apa yang saya dapat dari artikel ini sungguh bergunba untuk kami.
Alhamdullilah, kami harap padsa artikel selanjutnya pasti lebih atraktif lagi.
Sukses untuk Anda!
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Kota Makassar kembali menjadi tuan rumah berkumpulnya para warga Sulsel dari perantauan dalam ajang silaturrahmi dan temu bisnis. Acara bertajuk “Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XVI” berlangsung di Hotel Novotel, Makassar pada Senin 24 Juli 2016. Sebanyak 500 saudagar hadir dibuka langsung Wakil Presiden Jusuf Kalla hadir sekaligus menjadi Keynote Speaker dihadapan para saudagar dan warga KKSS yang datang dari seluruh Indonesia dan sebagian dari mancanegara.

Pelaksanaan PSBM yang telah menjadi agenda tahunan ini telah menjadi spirit ekonomi nasional, disamping tentunya berkontribusi positif bagi perekonomian Sulawesi Selatan.Dengan pertemuan para saudagar akan terjalin hubungan yang baik (networking) sesama saudagar dari berbagai daerah maupun di dunia internasional sehingga ada sinergitas dalam memperkuat dunia usaha. Pelaksanaan PSBM juga tidak lagi sekedar ajang lepas rindu pada kampung halaman, namun telah menjadi konsolidasi ekonomi untuk membangun daerah dengan memanfaatkan segenap potensi finansial warga Sulsel yang disinergikan dengan potensi sumber daya alam Sulawesi Selatan.

Detail..

Kewirausahaan atau “Entrepreneurship” dikatakan juga sebagai “the backbone of economy”, atau syaraf pusat perekonomian suatu bangsa. Pengalaman negara-negara maju di dunia juga menunjukkan bahwa kewirausahaan sebagai salah satu faktor kunci untuk mempercepat pembangunan ekonomi dan daya saing.

Entreprenership adalah sebuah perjalanan (journeys), setelah tertanamnya kultur kewirausahaan, perjalanan kewirausahaan akan diteruskan dengan adanya kesadaran (awareness) tentang pentingnya kewirausahaan; terbentuknya embrio wirausaha (nascent entrepreneurs) yang secara sadar berani mencoba-coba usaha bisnisnya sesuai minat, bakat, dan potensi mereka; dan tekad dan action untuk menjadi start-up entrepreneurs dengan segala risiko yang sudah dipertimbangan, lalu secara bertahap tumbuh dan berkembang (scaling up).

Berkaitan hal di atas, sinkronisasi Kementerian dan lembaga menjadi sangat penting supaya gerakan kewirausahaan tidak “asal jalan” atau tumpang tindih. Olehnya, perlu ada mapping resource “siapa mengerjakan apa” secara tepat oleh Kementerian dan lembaga. Dalam hal ini, pola yang dikembangkan Kementerian Perekonomian dalam tahapan pengembangan kewirausahaan bisa menjadi acuan, yaitu :  

Detail..

Pemuda merupakan aset bangsa, penentu arah masa depan kehidupan yang lebih baik. Keberadaan mereka menjadi energi pembaharuan dan kritis terhadap kemapanan yang menyimpang. Pemuda adalah nafas zaman, kelompok idaman ummat dan bangsa yang kaya akan kritik, imajinasi, serta peran mereka dalam setiap peristiwa yang terjadi di tengah perubahan masyarakat.Tidak bisa dipungkiri pemuda memegang peranan penting dalam hampir setiap transformasi sosial dan perjuangan meraih cita-cita.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jumlah pemuda tahun 2013 jumlah pemuda mencapai 62,6 juta orang atau rata-rata 25 persen dari proporsi jumlah penduduk secara keseluruhan. Demikian juga jumlah organisasi kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang terus mengalami peningkatan, yakni telah mencapai ± 276.787 OKP dari tingkat nasional s.d. kelurahan/desa. Besarnya potensi pemuda di atas bila dikembangkan dengan baik maka pemuda dapat diandalkan sebagai agen perubahan, kontrol sosial, dan kekuatan moral. Demikian juga kapasitas dan kualitas pemuda dapat dikembangkan sebagai penentu masa depan bangsa, dan adanya peluang pemuda sebagai kekuatan sosial ekonomi bangsa, pengemban misi dalam meningkatkan harkat dan martabat bangsa serta misi mulia lainnya.

Detail..

Tanggal 17 Oktober diperingati sebagai hari anti kemiskinan sedunia. Peringatan ini untuk menghormati momen bersejarah tanggal 17 Oktober tahun 1987 saat ratusan ribu orang berdemonstrasi di Trocadéro di Kota Paris, Perancis, tepat di tempat penandatanganan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia tahun 1948, untuk mengajak seluruh warga dunia merenungkan kembali nasib para korban kemiskinan ekstrim, kekerasan dan kelaparan di seluruh dunia.

Faktanya, saat ini hampir satu dari lima orang yang tinggal di negara berkembang masih hidup secara kekurangan, yakni hanya mempunyai USD1,25 per hari atau sekira Rp14.500 per hari jika mengacu kurs Rp11.600 per USD (okezone.com,17/8/2014). Bank Dunia memprediksi sekitar 1,35 miliar penduduk hidup dengan pendapatan kurang dari US$ 1 atau Rp 12.190 per hari.

Fakta lainnya, sekitar 3,5 miliar orang atau setara setengah populasi dunia merasakan sengsaranya kesenjangan sosial antara golongannya dengan kalangan konglomerat.  Badan amal global, Oxfam melaporkan bahwa 1% populasi terkaya di dunia mengendalikan setengah dari kekayaan manusia di muka bumi ini sekitar US$ 110 triliun. Oxfam bahkan melaporkan, 70% penduduk global tinggal di negara-negara yang tingkat ketidaksetaraan hartanya menanjak terus dalam 30 tahun terakhir.

Detail..

Pemerintah Sulawesi Selatan mulai tahun 2014 ini melaksanakan program penciptaan wirausaha muda pada tiap desa. Program unggulan Pemprov Sulsel sekaligus realisasi janji kampanye pasangan Sayang ini menargetkan 20 wirausahawan muda tiap desa selama lima tahun atau 100 wirausaha baru per desa. Untuk menunjang pencapaian target tersebut, Pemprov menyelenggarakan diklat wirausaha baru dan memberikan paket bantuan modal yang diatur dalam Pergub No. 10 tahun 2014 tentang diklat kewirausahaan dan penghargaan wirausaha di Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam Pergub disebutkan, program wirausaha desa bertujuan untuk mendorong pemuda menjadi wirausaha dengan penyediaan modal kerja sebagai stimulus dalam pengembangan usaha ekonomi produktif yang digerakkan oleh pemuda desa/kelurahan. Sasaran target pencapaian wirausaha yaitu sebanyak 20 orang (1 Kelompok) per desa/ kelurahan dari 3.023 desa/kelurahan di Sulsel, sehingga akan tercapai 60.460 orang per tahun atau tercapai 302.300 orang dalam 5 tahun dengan 15.115 kelompok usaha ekonomi produktif.

Detail..

Online Support

Komentar Terbaru

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini240
mod_vvisit_counterMinggu ini240
mod_vvisit_counterBulan ini240
mod_vvisit_counterSemua hari373908

We have: 97 guests online
IP Anda: 54.167.202.184
 , 
Today: Okt 21, 2017