• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
home : Artikel : Seputar UKM : Dari Semnas KUMKM Makassarpreneur "MEMACU KUALITAS DAN KUANTITAS KUMKM PELUANG DAN TANTANGAN"
Dari Semnas KUMKM Makassarpreneur "MEMACU KUALITAS DAN KUANTITAS KUMKM PELUANG DAN TANTANGAN" PDF Cetak E-mail
Seputar UKM
Senin, 21 Maret 2011 11:04

Komunitas usaha kecil dan menengah (UMKM) bagian dari sistem ekonomi Indonesia yang sangatstrategis dalam mendorong dan menggerakkan pertumbuhan ekonomi ditinjau dari berbagai aspek yang dimilikinya, yaitu :

  1. Kemampuan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dengan tingkat pendidikan dan keterampilan yang relatif rendah diperkirakan daya serap pada sektor UMKM mencapai 79,04 juta tenaga kerja atau 99,4 % dari total angkatan kerja yang bekerja.
  2. Aktivitas bisnis UMKM mengisi semua sektor ekonomi diantaranya pertanian, perdagangan, jasa, industri dan sebagainya.
  3. Kontribusi UMKM dalam pembentukan PDB cukup signifikan yakni mencapai sedikitnya 56,72 % dari total PDB
  4. Proses produksi lebih banyak memanfaatkan bahan baku lokal, dan
  5. Agregasi atau jaringan UMKM memperkuat perekonomian lokal maupun nasional.

Dengan besarnya kapasitas yang dimiliki UMKM tersebut menuntut penanganan secara profesional dan strategis khususnya aspek kebijakan, strategi pembiayaaan dan pemberdayaan. Aspek tersebut merupakan bagian dari permasalahan struktural dalam upaya meningkatkan kinerja bisnis UMKM. Oleh karenanya dalam manajemen kebijakan, strategi pembiayaan dan pemberdayaan UMKM seyogyanya para pengusaha tersebut diposisikan sebagai subyek dari sistem ekonomi Indonesia dan bukan sekedar obyek sehingga makna dari implementasi pengembangan UMKM mampu berjalan secara efektif. Pengembangan ekonomi lokal berbasis UMKM sangat penting untuk menyongsong ekonomi masa depan yang lebik, karena :

  1. Optimalisasi potensi sumber daya alam  dalam rangka penyerapan tenaga kerja, peningkatan nilai tambah, dan penguatan struktur ekonomi lokal melaui pengembangan UMKM.
  2. Penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat lokal  menjadi alternatif  dikembangkan secara terpadu  dengan seluruh stake holders, sehingga mampu menjelmakan kemandirian dan perubahan status  keluarga miskin

Disisi lain, tatanan ekonomi baru dunia sangat terkait dengan perkembangan usaha kecil dan menengah, dan hal ini tidak dapat dilepaskan dari basis teknologi informasi. Ia mengatakan bahwa dalam perkembangan teknologi yang sangat cepat sekarang ini justru perusahaan skala kecil dan menengah yang mampu dengan cepat menyesuaikan diri. The asia foundation menganjurkan agar pola pembinaan usaha kecil dan menengah diubah, yang semula dengan model bapak-anak angkat, sekarang diubah menjadi model kemitraan strategis, yaitu keduanya harus mempunyai kedudukan yang sejajar.   

Dalam merangsang pertumbuhan usaha kecil dan menengah, Pemerintah daerah dapat membantu akses usaha kecil ke modal. Inovasi yang dilakukan Kabupaten Gianyar dalam program Gianyar Sejahtera merupakan contoh yang baik bagi keterlibatan pemerintah daerah dalam menyediakan modal bagi usaha kecil. Pada prinsipnya program ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi keluarga agar lebih produktif melalui pelatihan ketera,pilan, penyediaan modal kerja dan pengadaan peralatan produksi  baik keluarga miskin yang membutuhkan.
Beberapa agenda atau rencana operasional pengembanagn UMKM antara lain melalui :

  1. Bantuan Teknis /dukungan Klinik Bisnis Partai/lembaga
  2. Bantuan teknis ini meliputi pengembangan manajemen usaha (agribisnis dan agroindustri, kerajinan : Untuk gender Usaha Mikro dan kecil penting  pelayanan kusus dan penyaluran kredit dengan skim kridet yang terjangkau, Studikelayakan usaha untuk mengakses pembiayaan Pengembangan akses pasar ( jejaring ( network) melalui kerjama dengan berbagai pihak dan Perbankan, Dukungan regulasi, Membangun kemitraan, sinergis  secara harmoni pada berbagai pihak secara bersama dalam mendorong UMKMK, serta regulasi ( perizinan,  perlindungan suaha )
  3. Mengembangkan modal sosial  dengan jejaring sosial ( manfaatkan kepemimpinan lokal, manfaatkan dana komunitas, memanfaatkan sumber daya material, meenignkatkan pengetahuan komunitas.
  4. Mengembangkan forum inisiasi publik dan mengimplementasikan asas partisipastif dalam kelembagaan mikro kredit
  5. Menyusun program jejaring  usaha produktif  dan jejaring kolaboratif  untuk menanganai golongan miskin .
  6. Pemberdayaan Ekonomi Rakyat dibutuhkan sebuah sistem terpadu berkaitan dengan dua pendekatan yakni penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas , melalui dukungan sektor perbankan dengan  sistem pembiayaan  bersama .

Dalam Penaganan kredit yang disalurkan kepada UMKMK perlu  penerapan prinsip goo coporate governance dengan memperhatikan hal-hal sebgai berikut :

  1. Kesamaan persepsi pengelola berbagai program
  2. Kesepakatan untuk menyempurnakan sistem pelayanan  dari berbagai lembaga  dana dan kredit , sehingga pengusaha kecil mendapat pelayanan yang optimal
  3. Perlu menunjuk lembaga penanganan pembiayaan yang sesuai aspirasi masyarakat.
  4. memahami karakteristik lokal
  5. Konprehensif
  6. Berkesinambungan

Kelebihan UMKM adalah UMKM pada kenyataannya mampu bertahan dan mengantisipasi kelesuan perekonomian yang disebabkan inflasi atau berbagai faktor penyebab lainnya. Tanpa subsidi maupun proteksi, UMKM mampu menambah devisa negara khususnya industri kecil di sektor non-formal dan mampu berperan sebagai penyangga dalam perekonomian masyarakat kecil lapisan bawah. Sedangkan Kelemahan UMKM dan hambatannya terutama dalam pengelolaan usaha kecil umumnya berkaitan dengan faktor internal seperti, manajemen perusahaan, keterbatasan modal, pembagian kerja yang tidak proporsional serta strategi pemasaran yang kurang mampu bersaing. UMKM juga seringkali harus menghadapi mekanisme pasar yang tidak seimbang serta struktur pasar yang berlapis.

Namun, dengan penangan yang terpadu dan terarah untuk mengembangkan potensi usaha bagi Koperasi dan UMKM ini, diperkirakan menjadi asset ekonomi bangsa yang sangat besar dan memicu laju pertumbuhan ekonomi di masa depan serta mampu mnegurangi kesenjangan distribusi pendapatan. (Pokok-pokok materi  Bapak Priamanaya Djan-Pengurus HIPMI Pusat, pada Seminar nasional KUMKM dilaksanakan Makassarpreneur pada tanggal 19 februari 2011)

 

Add comment


Security code
Refresh

Online Support

Komentar Terbaru

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini262
mod_vvisit_counterMinggu ini262
mod_vvisit_counterBulan ini262
mod_vvisit_counterSemua hari373930

We have: 142 guests online
IP Anda: 54.162.138.175
 , 
Today: Jul 22, 2017