• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
home : Artikel : Motivasi dan Inspirasi : Karakter Pemuda dalam Al-Qur’an
Karakter Pemuda dalam Al-Qur’an PDF Cetak E-mail
Motivasi & Inspirasi
Minggu, 20 Maret 2011 11:31

Al-Qur’anul Karim telah menampilkan sosok pemuda yang menjadi bintang dan pertanda zamannya. Secara ekplisit tampak dalam surah Al-Anbiya: 60, surah Al-Kahfi: 10-13, atau surah Yusuf: 30, dengan kata-kata yang berakar pada “fatiya” (muda). Selain yang tersurat, terdapat pula ayat-ayat yang menyiratkan sosok pemuda seperti surah Ash-Shaf: 14 yang menampilkan Nabi Isa yang berusia muda, dan lain-lain.

Dalam Al-Qur’an peran pemuda disebutkan sebagai generasi penerus (QS. Ath-Thur: 21), yaitu meneruskan nilai-nilai kebaikan yang ada pada suatu kaum. Disebut juga sebagai generasi pengganti (QS. Al-Maidah: 54), yaitu menggantikan kaum yang memang sudah rusak dengan karakter mencintai dan dicintai Allah, lemah lembut kepada kaum mu’min, tegas pada kaum kafir dan tidak takut celaan orang yang mencela. Disebut pula sebagai generasi pembaharu (QS. Maryam: 42) yakni memperbaiki dan memperbaharui kerusakan yang ada pada suatu umat/bangsa.

Al-Qur’anul Karim juga telah menggambarkan sejumlah karakter yang ada dalam diri pemuda seperti sikap kritis dan kepeloporan yang ditunjukkan oleh pemuda Ibrahim. Demikian juga sikap tegar yang tersurat dalam surah Al-Kahfi dengan tampilnya beberapa pemuda yang dengan tegar menyatakan akidahnya yang berazaskan tauhid di hadapan seorang raja yang zalim, Dikyanus. Ketegaran ditunjukkan juga Nabi Isa as. ketika berhadapan dengan Fir’aun melalui argumentasi yang kuat, menghempaskan kesombongan Fir’aun, sang Tiran. Pemuda yang tegar seperti inilah yang kehadirannya senantiasa diperlukan oleh zaman yang senantiasa berubah dan penuh tantangan, bukan pemuda yang sudah disterilkan, dimandulkan bahkan dijadikan “robot” sehingga tidak dapat diharapkan sesuatu daripadanya.

Karakter pemuda lainnya yang disebutkan dalam Al-Qur’an adalah karakter rendah hati seperti ditunjukkan pemuda Yusuf ketika terhindar dari maksiat, mengatakan bukanlah karena dirinya perkasa melainkan karena rahmat dari Allah SWT (QS. Yusuf: 54). Akan halnya pemuda Zulkarnain, penakluk dunia Barat dan Timur pelindung agresi yang didirikannya untuk melindungi kaum lemah dinyatakan sebagai rahmat dari Tuhan-Nya (QS. Al-Kahfi: 98). Karakter orang muda lainnya dalam Al-Qur’an ditunjukkan oleh sikap lemah lembut Ibrahim muda, yang tidak berhasil meyakinkan ayahnya mengenai tauhid dan kebatilan, kendatipun diusir oleh ayahnya, tetap memperlihatkan sikap hormat, sayang dan penuh kelembutan pada orang tuanya. Demikian juga sikap pemaaf yang ditunjukkan pemuda Yusuf yang memperlihatkan suatu sikap akhlak mulia dengan memaafkan kesalahan yang pernah diperbuat saudara-saudaranya.

Sosok pemuda Islam adalah pemuda al-kahfi yang teguh memegang keyakinan diri kepada Rabb-nya, menentang kezaliman penguasa hanya untuk kecintaan kepada sang kekasih, Allah azza wa jalla. Sosok pemuda Islam adalah Ibrahim as. yang dengan keberaniannya menghancurkan tradisi penyembahan berhala, yang dengan hidayah Tuhannya dia mendahulukan kecintaan kepada Rabb-nya daripada kecintaannya kepada ayahandanya.
Sosok pemuda Islam adalah Musa as. yang dengan tongkatnya dia kalahkan keangkuhan tirani penguasa dengan keagungan dan kemahaperkasaan Rabb-nya, yang dengan kuasa-Nya mengajarkan Musa as. untuk melihat akan kebesaran-Nya yang tiada terkira melalui sebongkah gunung yang hancur lebur karena kehendak-Nya.

Sosok pemuda Islam adalah Muhammad SAW, yang dengan kelembutannya menghancurkan kejahiliyahan, yang dengan kasih sayangnya menghapuskan perbudakan, yang dengan kewibawaannya memimpin umatnya untuk tunduk kepada hukum Ilahi, yang dengan rasa kecintaannya memberikan syafa’atnya kepada umatnya di hari Kiamat kelak.

Pemuda Islam adalah Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Bilal, Umar bin Abdul Aziz, dan seluruh mujahid Islam yang istiqomah di jalan Islam, yang menghabiskan waktunya untuk mengingat Allah dalam fikiran, ucapan, dan tindakannya. Yang mengkaji ayat-ayat-Nya serta mengamalkan dalam diri dan lingkungannya. Yang hatinya selalu terikat di dalam masjid untuk mengingat-Nya, mengasihi fakir miskin dan anak yatim, dan ikhlas dalam menjalani segala perintah-perintah-Nya dan menghindar dari larangan-larangan-Nya.
"...Dan siapa yang berjalan untuk mencari ilmu, pasti Allah mudahkan baginya jalan menuju syurga.”

 

 

Add comment


Security code
Refresh

Online Support

Komentar Terbaru

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini123
mod_vvisit_counterMinggu ini123
mod_vvisit_counterBulan ini123
mod_vvisit_counterSemua hari373791

We have: 55 guests online
IP Anda: 54.81.131.189
 , 
Today: Okt 18, 2017