• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
home : Artikel : Motivasi dan Inspirasi : Dari Talkshow Buku Habibie-Ainun : Cinta Sejati, Dibawa Sampai Mati
Dari Talkshow Buku Habibie-Ainun : Cinta Sejati, Dibawa Sampai Mati PDF Cetak E-mail
Motivasi & Inspirasi
Senin, 14 Februari 2011 17:01

(MP-Press)Siapa yang tak kenal sosok Prof.Dr.Ing.B.J.Habibie? atau lebih akrab disapa Pak Habibie ini, mantan Presiden ke 3 (tiga) Republik Indonesia, Sabtu 12 Februari 2011 kemarin bertempat di gedung Fajar Graha Pena Makassar menggelar talkshow bukunya yang bertajuk “HABIBIE&AINUN”. Acara ini dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan dan lebih dari 300 peserta. Acara yang berlangsung kurang lebih 2 jam ini mengupas tuntas perjalanan hidup Pak Habibie dan Ibu Ainun (alm) selama 48 tahun 10 hari. Kepergian Ibu Ainun menghadap Sang Khalik membuat mantan Presiden Indonesia ke 3 ini sangat kehilangan. Ibu Ainun adalah sosok wanita yang sangat ia cintai, wanita yang tidak akan tergantikan oleh siapapun di hati Pak Habibie. Baginya, Ibu Ainun adalah cinta sejati yang selalu hadir menemani dimanapun dia berada, senyumnya yang senantiasa mengilhami dan tatapan matanya yang selalu ia rindukan sepanjang masa. Menurut Pak Habibie, Ibu Ainun adalah wanita yang sangat care dalam hal apapun, apalagi mengenai kesehatan pak Habibie. Dalam kondisi sakit parah pun, Ibu Ainun tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tapi juga kesehatan pak Habibie. Ibu Ainun meneteskan air mata karena khawatir pak Habibie lupa minum vitamin. Subhanallah…

Pak Habibie juga mengungkapkan kalau antara dirinya dan ibu Ainun adalah Dwi Tunggal, dwi raganya tapi tunggal jiwanya. Sebagai seorang ahli dalam bidang teknologi, pak Habibie juga membahasakan kepergian ibu Ainun dengan bahasa teknologi bahwa raga ibu Ainun ibarat sebuah Hardware dan Softwarenya adalah jiwa Ainun. Ketika Hardware (raga) tidak bisa lagi berfungsi dengan baik (rusak ), tentu saja Hardware tersebut harus dibawa ke tukang service untuk diperbaiki. Begitu juga raga Ainun yang sakit akibat kanker harus dioperasi berkali-kali untuk kesembuhannya. Akan tetapi, setelah operasi yang ke 12 kali, akhirnya jiwa ibu Ainun tidak bisa tertolong. Kondisi hardware yang tidak bisa difungsikan lagi pada akhirnya akan dibuang dan softwarenya disimpan ditempat lain. Begitu juga hardware (raga) ibu Ainun yang tidak bisa lagi berfungsi akan dikubur dan softwarenya (roh,jiwa) akan kembali kepada Allah SWT.

Pria kelahiran Pare-pare, 75 tahun yang lalu ini mengungkapkan cinta antara dia dan ibu Ainun adalah cinta yang murni,suci,sejati sempurna dan abadi. Buku yang ia tulis ini adalah luapan taufan emosi yang sangat dalam karena kehilangan sosok yang sangat ia cintai. Ibu Ainun adalah separuh jiwanya yang telah tiada. Dalam buku tersebut beliau mengungkapkan do’a sebagai ungkapan terima kasih kepada Allah SWT yang telah mempertemukan dirinya dengan ibu Ainun :

“ Terima kasih Allah, Engkau telah pertemukan saya dengan Ainun dan Ainun dengan saya. Terima kasih Allah, Engkau telah perkenankan Ainun dan saya bernaung dan berlindung di bawah bibit cinta titipanMu ini dimanapun kami berada, sepanjang masa sampai akhirat. Terima kasih Allah, perpisahan kami berlangsung damai, tenang dan khidmat dengan keyakinan bahwa kebijaksanaanMu adalah terbaik untuk Ainun dan saya. Lindungilah Ainun dan saya dari segala gangguan, ancaman, dan godaan yang dapat mencemari cinta murni, suci, sejati,sempurna dan abadi kami sepanjang masa. Amin.”

Semoga kita semua dapat memetik hikmah dari perjalanan cinta seorang Prof.Dr.Ing.B.J.Habibie yang tidak hanya sukses dalam membina rumah tangga tapi juga dalam karier. (Mhuly)

 

Add comment


Security code
Refresh

Online Support

Komentar Terbaru

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini185
mod_vvisit_counterMinggu ini185
mod_vvisit_counterBulan ini185
mod_vvisit_counterSemua hari373853

We have: 67 guests online
IP Anda: 54.80.42.144
 , 
Today: Jun 27, 2017