• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
Joomla! Slideshow
home
SEMINAR NASIONAL KOPERASI DAN UMKM 2011-MAKASSARPRENEUR PDF Cetak E-mail
Agenda
Rabu, 02 Februari 2011 16:39

A.    PENDAHULUAN

Komunitas koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM) adalah bagian dari sistem ekonomi Indonesia yang sangat straregis dalam mendorong dan menggerakkan pertumbuhan ekonomi. Peran strategis ini dapat ditinjau dari berbagai aspek yang dimilikinya, antara lain kemampuan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dalam tingkat pendidikan keterampilan yang relatif rendah

Diperkirakan daya serap pada sektor KUMKM mencapai 79,04 juta tenaga kerja atau 99,4% dari total angkatan kerja yang bekerja. Demikian pula aktifitas KUMKM mengisi semua sektor ekonomi diantaranya pertanian, perdagangan , jasa, industri dan sebagainya. Selain itu kontribusi KUMKM dalam pembentukan PDB, proses produksi lebih banyak  memanfaatkan bahan baku lokal, dan agresi atau jaringan UMKM memperkuat perekonomian lokal maupun Nasional.

Melihat peran KUMKM dalam menciptakan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, bahkan meningkatkan pendapatan nasional itu, maka dukungan terhadap pertumbuhan UMKM berarti juga mengatasi kemiskinan, dan menciptakan lapangan kerja, atau pro-job, pro-poor, dan pro-growth.

Pemberdayaan koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM) merupakan langkah yang strategis dalam meningkatkan dan memperkuat dasar kehidupan perekonomian dari sebagian terbesar rakyat Indonesia, khususnya melalui penyediaan lapangan kerja dan mengurangi kesenjangan dan tingkat kemiskinan. Dengan demikian upaya untuk memberdayakan UMKM harus terencana, sistematis dan menyeluruh baik pada tataran makro, meso dan mikro

Dengan kapasitas yang  dimiliki KUMKM tersebut menuntut penanganan secara profesional dan strategis khususnya aspek kebijakan. Strategi pembiayaan merupakan salah satu bagian dari permasalahan  struktural dalam upaya meningkatkan kinerja bisnis KUMKM, selain masalah manajemen, SDM maupun teknologi. Oleh karenanya dalam manajemen kebijakan, strategi pembiayaan dan pemberdayaan KUMKM seyogyanya  para pengusaha tersebut di posisikan sebagai subjek dari sistem ekonomi Indonesia dan bukan sekedar objek sehingga makna dari Implementasi pengembangan KUMKM mampu berjalan secara efektif.

Berdasarkan hal tersebut, Lembaga Pengembangan Bisnis-Makassarpreneur akan menyelenggarakan seminar Nasional dengan tema: “Telaah Kritis Arah dan Strategi Pemberdayaan KUMKM Di Indonesia “ dengan seminar ini diharapkan akan melahirkan sejumlah rekomendasi sebagai pedoman bagi pemerintah pusat maupun daerah  untuk memperdayakan KUMKM menuju ekonomi masa depan yang lebih baik.


NAMA DAN TEMA KEGIATAN

Kegiatan ini diberi nama Seminar Nasional dengan Tema “Telaah Kritis Arah dan Strategi Pemberdayaan KUMKM di Indonesia”


TUJUAN KEGIATAN


Kegiatan ini bertujuan:
1.    Membangun dan mewujudkan komitmen dan kebersamaan dalam pemberdayaan KUMKM menuju ekonomi masa depan.
2.    Sebagai wahana sosialisasi secara tepat mengenai kebijakan pemberdayaan KUMKM oleh pemerrintah dan pihak terkait.
3.    Mewujudakn partisipasi dan kepedulian seluruh masyarakat dalam upaya pemberdayaan KUMKM.
4.    Membangun kekuatan lintas  lembaga dalam menyuarakan percepatanpembangunan ekonomi daerah melalui gerakan KUMKM


WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Kegiatan ini InsyaAllah akan dilaksanakan pada

Hari/Tanggal    : Sabtu/ 19 Februari 2011

Waktu        : 08.30 Wita – 15.00 WITA

Tempat        : Hotel La Macca, Jl. AP. Pettarani Kota Makassar


PESERTA

1.    Utusan Koperasi/koperasi mahasiswa
2.    Ketua asosiasi koperasi
3.    BMT/LMS
4.    Business Development service (BDS)
5.    Utusan Dinas UKM dan Koperasi Kab/kota,
6.    LSM ekonomi dan Sosial,
7.    Praktisi dan pemerhati KUMKM
8.    Masyarakat umum.

MATERI DAN PEMATERI

Keynote Speaker : Sjarifuddin Hasan (Menteri Koperasi dan UKM RI)
(Arah dan Strategi pemberdayaan KUMKM di Indonesia)

  1. Pimpinan Bank Indonesi (Kebijakan BI dalam Pemberdayaan KUMKM di Indonesia)
  2. Erwin Aksa, Ketua HIPMI Pusat (Memacu Kualitas dan Kuantitas KUMKM, Peluang dan Tantangan)
  3. Ir.H.M.Zulkarnain Arief.,MSc.,MBA, Ketua Kadin Sulse (Sinergitas pengusaha,swasta dan pemerintah dalam menggerakkan ekonomi sektor riil)
  4. LP UMKM Sulsel (Manajemen KUMKM yang sehat dan profesional)
  5. DR. Jusni, SE, M.Si, (Dosen PPS FE UnhasStrategi marketing KUMKM di era global)
  6. Muhammad Karebet Widjayakusuma, MA, Direktur Konsultasi SEM Institute-Jakarta (Menggerakkan Ekonomi Sektor Riil, Perspektif Syariah)


PANITIA PELAKSANA


Penanggung Jawab                 : Bahrul ulum Ilham, S.Pd
Ketua Panitia                          : Fajrin Fahrezi
Sekretaris                               : Muliana, SE
Bendahara                              : A. Gadis Kinanti
Seksi Acara dan Kesekretariatan : Tasrin Halid
Seksi Perlengkapan                  : Syahnudin, S.Kel
Seksi Publikasi & Dokumentasi    : Andika, ST
Seksi Dana                              : Asgaf, A.Md
Seksi Konsumsi                        : Nirma, S.Pd


PENUTUP

Demikianlah Proposal Ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan atas bantuan dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih. Semoga segala aktifitas kita bernilai ibadah di sisi-Nya, Amin.

Makassar, 2 Februari 2011

Panitia Pelaksana


Fajrin Fahrezi                        Muliana, SE
Ketua,-                            Sekretaris,-

Mengetahui,
Direktur Makassarpreneur


Bahrul ulum Ilham, S.Pd
Direktur

 

 

Comments  

 
0 #1 Rahman Patiwi 2014-08-22 12:55
Mantab... Luar Biasa...
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Kota Makassar kembali menjadi tuan rumah berkumpulnya para warga Sulsel dari perantauan dalam ajang silaturrahmi dan temu bisnis. Acara bertajuk “Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XVI” berlangsung di Hotel Novotel, Makassar pada Senin 24 Juli 2016. Sebanyak 500 saudagar hadir dibuka langsung Wakil Presiden Jusuf Kalla hadir sekaligus menjadi Keynote Speaker dihadapan para saudagar dan warga KKSS yang datang dari seluruh Indonesia dan sebagian dari mancanegara.

Pelaksanaan PSBM yang telah menjadi agenda tahunan ini telah menjadi spirit ekonomi nasional, disamping tentunya berkontribusi positif bagi perekonomian Sulawesi Selatan.Dengan pertemuan para saudagar akan terjalin hubungan yang baik (networking) sesama saudagar dari berbagai daerah maupun di dunia internasional sehingga ada sinergitas dalam memperkuat dunia usaha. Pelaksanaan PSBM juga tidak lagi sekedar ajang lepas rindu pada kampung halaman, namun telah menjadi konsolidasi ekonomi untuk membangun daerah dengan memanfaatkan segenap potensi finansial warga Sulsel yang disinergikan dengan potensi sumber daya alam Sulawesi Selatan.

Detail..

Kewirausahaan atau “Entrepreneurship” dikatakan juga sebagai “the backbone of economy”, atau syaraf pusat perekonomian suatu bangsa. Pengalaman negara-negara maju di dunia juga menunjukkan bahwa kewirausahaan sebagai salah satu faktor kunci untuk mempercepat pembangunan ekonomi dan daya saing.

Entreprenership adalah sebuah perjalanan (journeys), setelah tertanamnya kultur kewirausahaan, perjalanan kewirausahaan akan diteruskan dengan adanya kesadaran (awareness) tentang pentingnya kewirausahaan; terbentuknya embrio wirausaha (nascent entrepreneurs) yang secara sadar berani mencoba-coba usaha bisnisnya sesuai minat, bakat, dan potensi mereka; dan tekad dan action untuk menjadi start-up entrepreneurs dengan segala risiko yang sudah dipertimbangan, lalu secara bertahap tumbuh dan berkembang (scaling up).

Berkaitan hal di atas, sinkronisasi Kementerian dan lembaga menjadi sangat penting supaya gerakan kewirausahaan tidak “asal jalan” atau tumpang tindih. Olehnya, perlu ada mapping resource “siapa mengerjakan apa” secara tepat oleh Kementerian dan lembaga. Dalam hal ini, pola yang dikembangkan Kementerian Perekonomian dalam tahapan pengembangan kewirausahaan bisa menjadi acuan, yaitu :  

Detail..

Pemuda merupakan aset bangsa, penentu arah masa depan kehidupan yang lebih baik. Keberadaan mereka menjadi energi pembaharuan dan kritis terhadap kemapanan yang menyimpang. Pemuda adalah nafas zaman, kelompok idaman ummat dan bangsa yang kaya akan kritik, imajinasi, serta peran mereka dalam setiap peristiwa yang terjadi di tengah perubahan masyarakat.Tidak bisa dipungkiri pemuda memegang peranan penting dalam hampir setiap transformasi sosial dan perjuangan meraih cita-cita.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jumlah pemuda tahun 2013 jumlah pemuda mencapai 62,6 juta orang atau rata-rata 25 persen dari proporsi jumlah penduduk secara keseluruhan. Demikian juga jumlah organisasi kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang terus mengalami peningkatan, yakni telah mencapai ± 276.787 OKP dari tingkat nasional s.d. kelurahan/desa. Besarnya potensi pemuda di atas bila dikembangkan dengan baik maka pemuda dapat diandalkan sebagai agen perubahan, kontrol sosial, dan kekuatan moral. Demikian juga kapasitas dan kualitas pemuda dapat dikembangkan sebagai penentu masa depan bangsa, dan adanya peluang pemuda sebagai kekuatan sosial ekonomi bangsa, pengemban misi dalam meningkatkan harkat dan martabat bangsa serta misi mulia lainnya.

Detail..

Tanggal 17 Oktober diperingati sebagai hari anti kemiskinan sedunia. Peringatan ini untuk menghormati momen bersejarah tanggal 17 Oktober tahun 1987 saat ratusan ribu orang berdemonstrasi di Trocadéro di Kota Paris, Perancis, tepat di tempat penandatanganan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia tahun 1948, untuk mengajak seluruh warga dunia merenungkan kembali nasib para korban kemiskinan ekstrim, kekerasan dan kelaparan di seluruh dunia.

Faktanya, saat ini hampir satu dari lima orang yang tinggal di negara berkembang masih hidup secara kekurangan, yakni hanya mempunyai USD1,25 per hari atau sekira Rp14.500 per hari jika mengacu kurs Rp11.600 per USD (okezone.com,17/8/2014). Bank Dunia memprediksi sekitar 1,35 miliar penduduk hidup dengan pendapatan kurang dari US$ 1 atau Rp 12.190 per hari.

Fakta lainnya, sekitar 3,5 miliar orang atau setara setengah populasi dunia merasakan sengsaranya kesenjangan sosial antara golongannya dengan kalangan konglomerat.  Badan amal global, Oxfam melaporkan bahwa 1% populasi terkaya di dunia mengendalikan setengah dari kekayaan manusia di muka bumi ini sekitar US$ 110 triliun. Oxfam bahkan melaporkan, 70% penduduk global tinggal di negara-negara yang tingkat ketidaksetaraan hartanya menanjak terus dalam 30 tahun terakhir.

Detail..

Pemerintah Sulawesi Selatan mulai tahun 2014 ini melaksanakan program penciptaan wirausaha muda pada tiap desa. Program unggulan Pemprov Sulsel sekaligus realisasi janji kampanye pasangan Sayang ini menargetkan 20 wirausahawan muda tiap desa selama lima tahun atau 100 wirausaha baru per desa. Untuk menunjang pencapaian target tersebut, Pemprov menyelenggarakan diklat wirausaha baru dan memberikan paket bantuan modal yang diatur dalam Pergub No. 10 tahun 2014 tentang diklat kewirausahaan dan penghargaan wirausaha di Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam Pergub disebutkan, program wirausaha desa bertujuan untuk mendorong pemuda menjadi wirausaha dengan penyediaan modal kerja sebagai stimulus dalam pengembangan usaha ekonomi produktif yang digerakkan oleh pemuda desa/kelurahan. Sasaran target pencapaian wirausaha yaitu sebanyak 20 orang (1 Kelompok) per desa/ kelurahan dari 3.023 desa/kelurahan di Sulsel, sehingga akan tercapai 60.460 orang per tahun atau tercapai 302.300 orang dalam 5 tahun dengan 15.115 kelompok usaha ekonomi produktif.

Detail..

Online Support

Komentar Terbaru

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini240
mod_vvisit_counterMinggu ini240
mod_vvisit_counterBulan ini240
mod_vvisit_counterSemua hari373908

We have: 98 guests online
IP Anda: 54.167.202.184
 , 
Today: Okt 21, 2017